Darilaut – Banjir melanda Desa Kembang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (1/1). Monitoring Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) banjir terjadi pukul 02.00 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak melaporkan saat banjir terjadi, tinggi genangan air kurang lebih 50 cm. Banjir tersebut dipicu salah satunya intensitas hujan yang tinggi. Debit air tinggi mengakibatkan tanggul kanana yang berada di jalur Sungai Suntang jebol.
BPBD setempat melakukan penanganan darutat, koordinasi dengan instansi terkait dan pendataan terhadap dampak banjir tersebut. BPBD juga mendirikan dapur umum lapangan untuk mengantisipasi warga yang melakukan evakuasi.
Pantauan BNPB melalui aplikasi Info BMKG, dalam tiga hari ke depan, 1 – 3 Januari 2021, wilayah Kecamatan Bonang diprediksikan masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sementara itu, berdasarkan analisis InaRISK yang dapat diakses melalui situs inarisk.bnpb.go.id, kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.
Wilayah yang berbatasan dengan perairan ini bagian dari 14 kecamatan dengan luas 95.663 hektar yang berada pada kategori tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.
Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan diri, keluarga dan komunitas bertujuan untuk mengurangi maupun menghindari risiko mengingat prakiraan puncak musim hujan terjadi pada Januari hingga Februari 2021.
Di akhir tahun, banjir menggenai Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Pada Rabu (30/12/2020) banjir ini berangsur surut.
BPBD Bangkalan menginformasikan lalu lintas terganggu akibat genangan yang masih tersisa. Arus kendaraan di jalan masih mengalami kemacetan.
Banjir yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB dipicu salah satunya hujan dengan intensitas sedang. Curah hujan mengakibatkan debit air Sungai Blega di kawasan tersebut meluap.
Pendataan saat itu, banjir memberikan dampak pada 2.065 kepala keluarga. Genangan di rumah warga mencapai 80 cm. Selain pemukiman, banjir menggenangi 8 unit perkantoran, 11 sekolah, 50 hektar lahan pertanian dan 100 hektar tambak.
