Talas dan Noru Topan Nomor 15 dan 16

Trek lintasan siklon tropis Talas, topan nonor 15 (kiri) dan Noru nama Filipina “Karding” topan nomor 16 (kanan). GAMBAR: Badan Meteorologi Jepang/JMA

Darilaut – Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) mencatat siklon tropis Talas dan Noru dengan nama Filipina “Karding” sebagai topan nomor 15 dan 16 di Jepang.

Talas, pada Sabtu (24/9) pukul 00.00 memiliki kekuatan siklon tropis yang berkembang, bergerak ke timur laut dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot).

Tekanan udara pusat 1002 hektopaskal (hPa), kata JMA. Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur 185 km (100 NM) dan barat 150 km (80 NM).

Pada Minggu (25/9) kekuatan Talas diprediksi akan menjadi siklon ekstratropis.

Trek Talas akan melintasi wilayah pesisir dan pulau kecil di Jepang.

NHK (Nippon Hoso Kyokai) melaporkan badai tropis tersebut terbentuk dan mendekati sepanjang pantai Pasifik, Jepang. Talas bergerak ke utara dengan kecepatan 20 km per jam.

Diperkirakan akan mendekati Jepang barat dan timur di sepanjang pantai Pasifik Jumat malam hingga Sabtu.

Badai ini kemungkinan akan membawa hujan lebat disertai petir, terutama di wilayah Tokai, Kinki dan Kanto-Koshin hingga hari Minggu. Dapat terjadi hujan lokal lebih dari 50 milimeter per jam.

Pejabat setempat mendesak agar orang waspada terhadap tanah longsor, banjir di daerah dataran rendah dan sungai yang meluap, serta sambaran petir dan angin kencang, termasuk tornado.

Para wisatawan juga diimbau untuk tetap update informasi cuaca terkini saat menikmati alam bebas selama tiga hari libur di akhir pekan.

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC), menginformasikan, Talas terletak 369 km barat daya kamp fuji. Sistem ini telah bergerak ke utara-timur laut dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot) selama 6 jam terakhir.

Noru (Karding)

Menurut PAGASA (Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina atau Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration) trek Badai Tropis Karding diperkirakan bergerak secara umum ke arah barat.

PAGASA mengeluarkan informasi perkembangan Karding tersebut Jumat pukul 23.00, waktu setempat.

Badai tropis ini secara bertahap berakselerasi menuju pantai timur Isabela atau Aurora dan kemungkinan akan mendarat pada Minggu pagi atau sore.

Setelah melintasi daerah pegunungan Luzon Utara sepanjang hari Minggu, topan tropis tersebut diperkirakan muncul di atas Laut Filipina Barat pada Minggu malam atau Senin dini hari.

Noru akan melanjutkan pelacakan ke barat di atas Laut Filipina Barat.

Siklon tropis ini diperkirakan akan meningkat secara bertahap dalam periode sebelum pendaratan di Luzon Utara.

PAGASA memperkirakan siklon tropis ini saat mendarat akan menjadi badai tropis parah. Kemungkinan siklon tropis ini akan mencapai kategori topan sesaat sebelum mencapai daratan juga tidak dikesampingkan.

Mata (pusat) diperkirakan berdasarkan semua data yang tersedia 895 km Timur Luzon Utara (17,5 °LU, 130,2 °E ). Bergerak ke Barat Daya dengan kecepatan 15 km per jam, kata PAGASA.

“Angin berkelanjutan maksimum 75 km per jam di dekat pusat dan hembusan angin hingga 90 km per jam.”

JMA menginformasikan Jumat pukul 21.00 kekuatan Noru sebagai siklon tropis yang berkembang. Pada Sabtu (25/9) Noru diprediksi sebagai siklon tropis yang berkembang ekstrem.

Siklon tropis ini akan bergerak ke barat dengan kecepatan 20 km per jam. Sabtu malam Noru diprediksi akan melemah menjadi siklon tropis yang berkembang.

Prediksi Senin (26/9) kekuatan Noru kembali menguat menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem, bergerak ke barat dengan kecepatan 30 km per jam (16 knot).

Tekanan udara pusat 990 hPa. Area peringatan angin dahsyat di seluruh area 300 km atau 160 NM.

Menurut JTWC Badai Tropis Noru terletak 1030 km selatan-tenggara Pangkalan Udara Kadena. Selama 6 jam terakhir, sistem ini telah bergerak ke barat dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot).

Noru bergerak ke barat menuju pantai Luzon. Selama 12 hingga 24 jam ke depan, sistem akan terus melacak ke barat.

Setelah mendarat, sistem akan berinteraksi dengan medan yang akan memperlambat intensifikasi lebih lanjut. Namun, akan berbeda ketika Noru kembali melintasi Laut Cina Selatan.

Diperkirakan intensifikasi cepat setelah sistem bergerak kembali di atas laut. Noru akan melewati lingkungan yang lebih baik dengan perairan yang sangat hangat, dan geseran angin rendah.

Lingkungan yang menguntungkan akan membantu intensifikasi sistem ini di tenggara Hainan, Cina.

Tak lama setelah 4 hari, Noru akan mendarat di Vietnam, diperkirakan berada di utara kota Hue.

Sumber: Badan Meteorologi Jepang/JMA, Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp), PAGASA dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version