Dalam konteks sorgum manis, batang tanaman yang mengandung sari manis dapat diekstraksi, dijernihkan, kemudian melalui proses evaporasi untuk menghasilkan sirup.
Pemanfaatan tersebut membuka peluang pengembangan produk pangan berbasis hasil pertanian sekaligus mendukung pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber daya.
Menariknya, sirup sorgum tidak hanya memiliki kandungan gula yang memberikan rasa manis. Berdasarkan berbagai penelitian yang dirangkum dalam kajian, sirup sorgum mengandung karbohidrat, protein, mineral, serta sejumlah senyawa fenolik.
Kandungan tersebut dapat berbeda bergantung pada varietas sorgum, kondisi lingkungan, dan proses pengolahan. Sirup sorgum juga mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa, dengan tingkat kemanisan yang dilaporkan sekitar 66–88 persen dibandingkan sukrosa.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah keberadaan senyawa fenolik, antara lain asam ferulat, asam kafeat, p-kumarat, dan sinapat. Berbagai senyawa tersebut menjadi bagian dari karakter sirup sorgum yang menarik untuk dikaji lebih lanjut karena berkaitan dengan potensi aktivitas antioksidan dan fungsi tambahan dalam produk pangan.



