Darilaut – Pengembangan smart buoy selain untuk keselamatan pelayaran, teknologi ini berpotensi dikembangkan untuk aplikasi lain, seperti pemantauan lingkungan dan kebencanaan, serta sistem peringatan dini tsunami.
Implementasi teknologi smart buoy diproyeksikan menjadi pilot project nasional dalam pengembangan sistem Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) berbasis teknologi mutakhir, serta model transformasi digital kenavigasian di Indonesia
Distrik Navigasi Tanjung Intan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan Pusat Riset Elektronika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan SBNP berbasis digital atau smart buoy guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Sinergi antara BRIN dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di bidang riset dan inovasi ini merupakan langkah nyata kehadiran negara dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung implementasi Asta Cita ke-3, yaitu pengembangan ekonomi yang berdaulat dan mandiri melalui penguatan sektor strategis maritim.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan bahwa keandalan sistem navigasi di alur pelayaran Tanjung Intan–Cilacap menjadi faktor krusial karena kawasan tersebut merupakan jalur vital distribusi energi nasional.




