Darilaut – Topan Super Hinnamnor yang berkembang dari Samudra Pasifik pada Jumat 26 Agustus lalu, masih menjadi ancaman bagi beberapa negara di awal pekan September ini. Topan melewati Jepang, Taiwan, Filipina, Cina dan mengarah ke Korea Selatan.
Ahli meteorologi menjelaskan bahwa Topan Hinnamnor merupakan siklon tropis paling kuat di Bumi sepanjang tahun ini.
Forecaster AccuWeather, mengatakan, sistem ini diperkirakan akan menguat di atas Samudra Pasifik Barat dan tetap menjadi ancaman bagi banyak negara dalam beberapa hari mendatang.
Menurut Badan Meteorologi Jepang angin topan yang sangat dahsyat dan angin topan yang sangat kuat masih akan terjadi pada 1 hingga 5 September.
Ahli Meteorologi Senior AccuWeather dan Forecaster Internasional Utama, Jason Nicholls, mengatakan Topan Hinnamnor akan terus bergerak ke barat hingga Rabu, waktu setempat, sebelum berbelok ke barat daya Rabu malam atau Kamis, kemudian berhenti hingga Jumat.
Jalur ini akan membawa Hinnamnor ke dalam dan sekitar Kepulauan Ryukyu Jepang selama beberapa hari sambil tetap mempertahankan intensitas topan. Skenario ini akan mengakibatkan hujan deras berhari-hari dan angin kencang di wilayah tersebut.
“Hinnamnor diperkirakan akan berbelok ke utara sekitar akhir pekan ini, dan dapat berdampak pada sebagian Semenanjung Korea atau barat daya Jepang pada awal minggu depan,” kata Jason.
Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menginformasikan selama enam jam terakhir, Hinnamnor terletak 189 km selatan Pangkalan Udara Kadena, dan telah bergerak ke barat-barat daya dengan kecepatan 24 km per jam (13 knot).
Jalur Hinnamnor saat ini barat-barat daya di bawah pengaruh punggungan subtropis. Selama 36 jam berikutnya, Hinnamnor akan melacak secara umum ke arah barat daya.
Sementara 13W berkembang di selatan akan meningkatkan interaksinya dengan Hinnamnor.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 14 meter (46 feet).
Mengutip Nytimes.com (31/8) pada Rabu sore Hinnamnor berada sekitar 100 mil tenggara pulau Okinawa Jepang. Sebuah bandara di Kepulauan Daito, tenggara Okinawa, mencatat kecepatan angin lebih dari 105 mil per jam, menurut laporan stasiun televisi Jepang NHK.
Para pejabat cuaca di Jepang memperingatkan bahwa badai itu dapat menurunkan curah hujan sekitar tujuh inci di pulau-pulau itu pada Kamis pagi, dan berpotensi membawa kekuatan yang cukup untuk menghancurkan rumah-rumah.
Istilah topan, badai dan siklon semuanya mengacu pada siklon tropis sebuah istilah yang diterapkan pada badai tertentu tergantung dari mana asalnya.
Topan “Henry”
Topan Super Hinnamnor dengan nama Filipina “Henry” hari ini diperkirakan berjarak 405 km Timur Laut Itbayat, Batanes, Filipina.
Menurut Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi (PAGASA) Filipina, siklon tropis Henry akan mempertahankan kekuatannya saat melalui Laut Filipina.
Dalam buletin PAGASA yang dikeluarkan Kamis (1/9) pukul 05.00 pagi, diperkirakan pada 2 September Henry berjarak 365 km – 375 km Timur Laut Itbayat, Batanes. Selanjutnya, 3 September berjarak 355 km – 445 km Timur Laut Itbayat, Batanes.
Pada 4 September Henry berjarak 575 km Timur Laut Itbayat, Batanes dan 5 September 875 km.
Menurut PAGASA potensi bahaya yang dapat ditimbulkan seperti gelombang laut, potensi angin kencang dan hujan lebat yang dapat memgakibatkan banjir serta longsor. Hujan lebat dapat terjadi di Batanes dan Kepulauan Babuyan.
Siklon tropis Hinnamnor (Henry) juga diperkirakan akan meningkatkan Monsun Barat Daya yang dapat membawa hujan di bagian barat Luzon mulai Jumat besok.
PAGASA menjelaskan Depresi Tropis Gardo diperkirakan akan bergerak ke barat laut dan akan berbelok ke barat melewati Laut Filipina timur laut dari Extreme Northern Luzon. Selanjutnya akan bergabung dengan sirkulasi yang lebih besar topan super Henry.
Setelah itu, Gardo akan melemah menjadi area bertekanan rendah dalam waktu 12 jam atau lebih cepat.
Sumber: AccuWeather, Zoom.earth/JTWC, Badan Meteorologi Jepang/JMA, Nytimes.com dan PAGASA Filipina
