Darilaut – Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan mengkikuti lomba dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). Ini untuk pertama kali, Fakultas Kedokteran UNG mengikuti Peksiminas mewakil UNG. Kegiatan Peksiminas XVIII tahun 2026 akan berlangsung di Universitas Jember, Jawa Timur. Mahasiswa tersebut yakni, Alya Zulfah Halada, Sania Wahyuniar Baderan, Fatimah Daniyah, termasuk Ketiganya termasuk dalam 27 mahasiswa UNG yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di Peksiminas. Mereka akan tampil pada tiga tangkai lomba berbeda, yakni penulisan puisi, monolog, dan lukis. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi Fakultas Kedokteran UNG. Selama ini mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG identik dengan aktivitas akademik yang padat, buku-buku tebal, praktikum, hingga berbagai tuntutan pembelajaran di bidang kesehatan. Namun, anggapan bahwa mahasiswa kedokteran hanya berkutat dengan dunia medis ternyata tidak sepenuhnya benar. Di balik keseriusan mereka menekuni ilmu kedokteran, ternyata tersimpan talenta seni yang tak kalah luar biasa. Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena Fakultas Kedokteran UNG, salah satu fakultas yang relatif muda di lingkungan UNG. Meski demikian, usia fakultas ternyata bukan menjadi penghalang bagi mahasiswanya untuk menunjukkan kemampuan di luar bidang akademik. Melalui Peksimitas, mahasiswa Fakultas Kedokteran mampu membuktikan bahwa kemampuan soft skill, kreativitas, dan ekspresi seni dapat tumbuh berdampingan dengan kompetensi akademik yang mereka miliki. Keberhasilan tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran tampil di Peksiminas tersebut, bahkan menjadi kejutan tersendiri bagi Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok. Menurut Rektor, selama ini mahasiswa Fakultas Kedokteran lebih dikenal dengan karakter akademiknya yang serius. Namun, pencapaian pada Peksimitas menunjukkan adanya sisi lain dari mahasiswa Fakultas Kedokteran yang patut diapresiasi. “Ini sebuah kejutan. Selama ini mahasiswa fakultas kedokteran dikenal sebagai orang yang serius dan kutu buku. Tapi faktanya mereka mampu bersaing di tingkat universitas, kemudian berhasil mewakili UNG di tingkat nasional,” kata Eduart. Eduart mengaku bangga melihat mahasiswa UNG, khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran, yang mampu mengembangkan potensi diri melalui bidang seni sekaligus menorehkan prestasi. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu mengembangkan berbagai potensi dan keterampilan yang dapat mendukung pembentukan karakter serta prestasi mereka, kata Rektor. “Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki soft skill dan mampu berprestasi tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga di bidang seni,” ujarnya.