Tiga Minggu Banjir Menggenangi Kota Palangkaraya, Lima Warga Tenggelam

Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Palangkaraya, Rabu (13/3). FOTO: BPBD Kota Palangkaraya/BNPB

Darilaut – Bencana banjir yang terjadi di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terjadi sejak tiga minggu yang lalu. Banjir tersebut menyebabkan lima warga tenggelam.

Di Kelurahan Sebaru dan Banturung lokasi pertama terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan intensitas tinggi disertai petir dan angin kencang.

Manajer Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Balap Sipet, mengatakan, Kelurahan Sebaru dan Banturung terendam banjir selama hampir dua minggu lamanya.

Namun kondisi sekarang ini sudah terpantau surut. Lokasi kedua kelurahan ini juga berada di dataran yang lebih tinggi.

Banjir di wilayah lain kemudian terjadi pada Sabtu (9/3) dan masih terjadi. Masih ada 16 kelurahan yang terendam banjir.

Ke-16 kelurahan ini berada di bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan yang meluap karena limpasan debit air dari wilayah hulu yang berada di Kabupaten Gunungmas.

Wilayah yang terdampak banjir di Kota Palangkaraya meliputi 20 kelurahan di empat kecamatan. Hingga Kamis (14/3) sebanyak 6.954 KK atau 23.310 jiwa terdampak banjir.

Banjir di Kota Palangkaraya, menyebabkan lima orang warga tenggelam. Keempat warga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sedangkan satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Balap mengatakan peristiwa tenggelamnya kelima korban ini terjadi pada rentang waktu dan lokasi yang berbeda.

Di antara kelima korban tersebut, dua di antaranya adalah anak-anak yang diduga tenggelam ketika bermain air pada saat air pasang. Bahkan satu korban yang masih dalam pencarian ini adalah satu dari sepuluh anak yang tenggelam saat bermain air. Sembilan anak berhasil diselamatkan, namun satu anak dinyatakan hilang diduga hanyut di Sungai Kahayan.

Banjir Melawi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan operasional penanganan darurat bencana hidrometeorologi kepada Pemerintah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Pemberian bantuan tersebut dilakukan oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dr. Lilik Kurniawan menyerahkannya kepada pemerintah daerah setempat Jumat (15/3).

Penyerahan bantuan ini diserahkan secara simbolis dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Conventional Hall Kantor Bupati Melawi.

Kabupaten Melawi dilanda banjir sejak (3/3) hingga (10/3) menyebabkan 2 orang meninggal terseret air. Jumlah kepala keluarga terdampak banjir mencapai 7.964 KK, yang tersebar di lima kecamatan. Antara lain Kecamatan Nanga Pinoh 2.673 KK, Belimbing Hulu 115 KK, Pinoh Utara, 2.508 KK, Ella Hilir 662 KK dan Menukung 2.006 KK. Selain itu, rusaknya sejumlah infrastruktur jalan hingga bangunan baik milik masyarakat maupun fasilitas umum lainnya. Termasuk sejumlah area pertanian dan perkebunan yang mengalami gagal panen karena terendam banjir.

Exit mobile version