Kamis, Oktober 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tiga Topan di Samudra Pasifik Barat

redaksi
7 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
Tiga Topan di Samudra Pasifik Barat

Choi-wan (Topan Jepang Nomor 27); Nolo (Topan Jepang Nomor 28) dan Koguma (Topan Jepang Nomor 29). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Faktor-faktor ini akan terus mengikis inti bagian dalam badai, sehingga menyebabkan pelemahan yang stabil, kata JTWC.

Nolo

Menurut JMA, topan Nolo bergerak ke barat dengan kecepatan 40 km per jam (22 knot) dan tekanan udara pada pusatnya 960 hPa.

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 40 meter per detik (80 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (115 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 130 km (70 NM), kata JMA, area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di utara 560 km (300 NM) selatan 280 km (150 NM).

JTWC mengatakan Nolo bergerak ke arah barat dengan kecepatan 33 km per jam (18 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 12,8 meter (42 kaki).

Nolo diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat hingga barat-barat laut selama sistem ini tetap berada di tepi khatulistiwa dari punggungan subtropis yang berpusat di timur laut.

JTWC memperkirakan Nolo akan melemah secara bertahap antara jam ke-36 dan ke-48 karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Koguma

Badai tropis Koguma mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 10 km per jam (6 knot) dan tekanan udara pusat 996 hPa, kata JMA.

Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 20 meter per detik (40 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 30 meter per detik (60 knot).

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: JMAJTWCSamudra Pasifik BaratTopan Choi-wanTopan KogumaTopan Nolo
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Atmosfer Kering, El Niño Sangat Kuat dan IOD Positif Kurangi Pasokan Uap Air

Next Post

Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

Postingan Terkait

Tahun 2023 Pecahkan Rekor Suhu Global, Juli dan Agustus Bulan Terpanas

Panas Ekstrem Membahayakan Kesehatan Ibu dan Bayi

8 Oktober 2026
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Mahasiswa UNG Juara Pertama Kompetisi Esai Nasional

8 Oktober 2026

2 Prodi Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG Raih Akreditasi Unggul

Api di Lahan Gambut Bisa Padam Apabila Terendam Air

Masalah Kebakaran Lahan Gambut Soal Hidrologi, Api Dampak Lanjutan

Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

Atmosfer Kering, El Niño Sangat Kuat dan IOD Positif Kurangi Pasokan Uap Air

Kondisi Kering Mendominasi Wilayah Indonesia di Awal Oktober

Next Post
Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

TERBARU

Panas Ekstrem Membahayakan Kesehatan Ibu dan Bayi

Mahasiswa UNG Juara Pertama Kompetisi Esai Nasional

2 Prodi Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG Raih Akreditasi Unggul

Api di Lahan Gambut Bisa Padam Apabila Terendam Air

Masalah Kebakaran Lahan Gambut Soal Hidrologi, Api Dampak Lanjutan

Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Saola Berputar Berlawanan dengan Jarum Jam di Laut Filipina

Fakultas Ilmu Pendidikan UNG Borong Penghargaan pada Kompetisi FIP-JIP 2025

Artificial Patch Reef Berhasil Dikembangkan di Pulau Panjang

Banjir Bandang Terjang Desa Hulawa Pohuwato, Dekat Tambang Emas Merdeka Gold

Kota Gorontalo 10 Besar Daerah dengan Konsep Ekonomi Hijau

Banjir Parah di Amerika Serikat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.