Tim Mahasiswa UNG Raih Medali Emas dan Juara 3 Umum di Bangkok Thailand

Tim mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meraih medali emas (gold medal) dan juara 3 umum dalam ajang International Essay Competition – 10th FAPERTA FAIR di Bangkok, Thailand. FOTO: FSB UNG

Darilaut – Tim mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil meraih medali emas (gold medal) dalam ajang International Essay Competition – 10th FAPERTA FAIR (Futuristics and Prestige Research, Technology and Art) di Bangkok, Thailand.

Selain itu, tim ini berhasil menyabet Juara 3 Umum pada kategori Tourism and Culture yang berlangsung 8 – 9 Agustus 2026 di Grand Tower Inn Rama VI, Bangkok.

Tim yang berhasil mengharumkan nama UNG tersebut terdiri atas Berliani Isabel K. Mohamad, mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Budaya UNG sebagai ketua, dan Noerja Fadhilla Hadjaratie, mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Budaya UNG sebagai anggota.

Keduanya berkolaborasi dengan Dwi Alda Mustapa Ismail dari S1 PPKN Fakultas Ilmu Sosial UNG, serta Jandriawan Mbeoga dari S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG Fakultas Ekonomi dan FEB. Tim ini dibimbing oleh Dr. Abid.

Prestasi tersebut diraih melalui karya esai bertajuk “Karawo Living Heritage Corridor (KLHC): Reimagining Gorontalo’s Cultural Heritage through Immersive Tourism, Design Innovation, and Community Empowerment.”

Karya ini diikutsertakan pada sub tema Tourism and Culture dan berhasil mengantarkan tim meraih Gold Medal sekaligus Juara 3 Umum.

Karya Karawo Living Heritage Corridor menawarkan gagasan untuk mereimajinasikan Karawo sebagai warisan budaya Gorontalo melalui pendekatan immersive tourism, inovasi desain, dan pemberdayaan masyarakat.

Gagasan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu melihat kekayaan budaya lokal dari perspektif yang lebih luas. Karawo tidak hanya diposisikan sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari inovasi pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Kompetisi internasional ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Faculty of Agro Industry, Chiang Mai University, serta berada dalam rangkaian program yang dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Kolaborasi lintas fakultas tersebut memperlihatkan bahwa gagasan inovatif dapat lahir dari sinergi berbagai disiplin ilmu. Perpaduan kompetensi bahasa, budaya, pendidikan, kewarganegaraan, hingga manajemen menjadi kekuatan dalam mengembangkan konsep Karawo Living Heritage Corridor.

Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Nonny Basalama, Ph.D., mengatakan keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan yang kreatif, inovatif, dan mampu berkompetisi di tingkat internasional.

Keberhasilan tersebut memiliki makna lebih luas karena mahasiswa tidak hanya membawa nama Universitas Negeri Gorontalo, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Gorontalo, khususnya Karawo, kepada masyarakat internasional, kata Prof. Nonny.

Menurut Prof. Nonny, yang lebih membanggakan adalah ketika mahasiswa mampu mengangkat potensi lokal menjadi sebuah gagasan yang memiliki nilai dan relevansi global.

“Karawo merupakan kekayaan budaya Gorontalo yang sangat potensial untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada dunia melalui kreativitas dan inovasi generasi muda,” ujarnya.

Prof. Nonny juga menilai keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi internasional bagian penting dari proses pembelajaran. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi global.

Medali Perak

Sementara itu, Moh. Akbar Ibrahim, mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG berhasil meraih Juara II atau Silver Medal (medali perak) dalam ajang 3rd International Student Competition yang diselenggarakan di Chiang Mai University, Thailand.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UNG, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Jurusan Akuntansi.

Keberhasilan Akbar Ibrahim menunjukkan bahwa mahasiswa FEB UNG memiliki kemampuan dan daya saing untuk berkompetisi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam ajang internasional.

Prestasi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membawa nama UNG dan Gorontalo ke panggung internasional.

Dalam mengikuti kompetisi tersebut, Moh. Akbar Ibrahim mendapatkan pendampingan dari Hendra Pratama Danial, dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG.

Exit mobile version