Kepala Basarnas menekankan bahwa keselamatan serta penanganan medis bagi para survivor yang telah dievakuasi menjadi prioritas utama.
Operasi penyisiran terus diintensifkan, baik melalui jalur laut maupun pemantauan udara, dengan mengoptimalkan seluruh potensi armada dan alut pertolongan yang dikerahkan ke lokasi kejadian.
”Ada kapal yang sudah membantu evakuasi,” kata Kepala Basarnas.
Kapal TB Mauhaw IX menyelamatkan 16 orang. Data sementara 14 orban selamat, 1 cedera berat, dan 1 meninggal dunia. Kemudian, kapal TB TCP mengevakuasi 6 orang, 1 selamat dan 5 meninggal dunia.
Selajutnya, kapal MV Haida mengevakuasi 69 orang, dalam kondisi selamat, dan KM Cahaya Bahari mengevakuasi 22 orang dalam keadaan selamat.

Kerahkan KRI dan Pesawat Udara
Untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan terhadap KMP Virgo Transport 8 yang mengalami musibah di perairan Laut Jawa, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI dan pesawat udara.
Dalam operasi tersebut, TNI AL mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, KAL Kumai II-13-51, serta pesawat CN-235 MPA P-8301, Helly AS 365 N3+ dan Helly Panther.
Unsur-unsur tersebut bersinergi dengan Kantor SAR Banjarmasin, KSOP, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi, Pelindo, dan Lanal Banjarmasin.




