Tingginya Biaya Restorasi Mangrove Hal Krusial

Mangrove

Mangrove memiliki fungsi penting sebagai penyerap emisi karbondioksida. FOTO: DARILAUT.ID

Banten – Keterbatasan pendanaan karena tingginya biaya restorasi mangrove di beberapa lokasi di Indonesia sebagai hal yang sangat krusial. Karena itu, perlu dipetakan potensi pendanaan alternatif.

Masalah pendanaan dan biaya restorasi mangrove ini menjadi salah satu bahasan dalam lokakarya Identifikasi Faktor Kunci Sukses dan Keekonomian Restorasi Mangrove Berbasis Masyarakat di Tangerang, Banten.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, diprakarsai World Resources Institute (WRI) Indonesia — lembaga penelitian independen yang berfokus pada upaya pembangunan berkelanjutan, Oktober ini.

Koordinator Komunikasi WRI Indonesia Reidinar Juliane mengatakan, melalui lokakarya ini, masyarakat pesisir dari sepuluh kawasan mangrove di Indonesia, serta perwakilan beberapa kementerian dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan nasional berkumpul mendiskusikan isu kunci restorasi mangrove berbasis masyarakat. Peserta lokakarya juga telah memberikan rekomendasi peta jalan aksi mitigasi dan adaptasi untuk restorasi mangrove.

Rekomendasi kesepakatan bersama dihasilkan dalam lokakarya, dirumuskan setelah memetakan tantangan yang dihadapi para pegiat mangrove di daerah masing-masing. Para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk.

Selain itu, peserta lokakarya telah mengidentifikasi faktor kunci sukses dan mendiskusikan perekonomian masyarakat berbasis mangrove.

Isu penguasaan tenurial juga menjadi tantangan tersendiri yang perlu diperjelas sebelum melakukan upaya restorasi mangrove. Terutama jika masyarakat setempat memiliki ketergantungan ekonomi tinggi pada kawasan yang akan direstorasi.

Selain melakukan penegakan hukum yang tegas, terutama di kawasan milik negara, aspek kemanusiaan juga tidak boleh dilupakan dalam pengambilan kebijakan.

Peranan pemangku kepentingan di tingkat tapak pun tidak kalah penting dalam upaya restorasi dan konservasi mangrove. Tetapi, masih ada permasalahan sumber daya manusia di tingkat daerah baik. Misal, dari segi keterbatasan kapasitas dan pengetahuan teknis.*

Exit mobile version