Francesco Longo, wakil direktur teknik dan teknologi Badan Antariksa Italia, mengatakan misi tersebut sebagai tonggak sejarah yang penting.
“Kami memiliki banyak harapan atas hasil yang kami peroleh dari misi penting Tiongkok-Italia ini,” ujarnya.
Longo mencatat seperti Tiongkok, Italia adalah negara yang indah namun rapuh, rentan terhadap gunung berapi, gempa bumi, dan peristiwa lain yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Misi ini, katanya, akan berkontribusi untuk melindungi dan meningkatkan kehidupan yang terkena dampak bencana alam.
Longo juga mencatat bahwa menambahkan satelit baru ini ke yang pertama, dan akhirnya membangun konstelasi, akan menggandakan waktu pengamatan, secara signifikan meningkatkan prospek ilmiah.
Tim Italia menamai proyek tersebut Limadou, transliterasi pinyin dari nama Tiongkok untuk pendeta Italia abad ke-16 Matteo Ricci, untuk menghormati kontribusinya yang penting bagi pertukaran budaya antara Timur dan Barat.
Baik Marco Polo maupun Matteo Ricci berfungsi sebagai jembatan antara budaya Italia dan Tiongkok, dan luar angkasa juga berpotensi menyatukan semua negara, kata Longo.
Peluncuran hari Sabtu menandai misi ke-581 dari rangkaian roket Long March Tiongkok.




