Terkait dengan operasi OMC, tim BNPB terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan waktu paling efektif dalam melaksanakan operasi OMC di wilayah terdampak. Di samping itu, satgas darat berhasil menangani 55,63 hektare lahan terbakar hingga Minggu (23/8).
Dalam pelaksanaan operasi darat tersebut, penanganan didukung sekitar 10.700 personel yang terdiri atas BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, dan Manggala Agni.
Selanjutnya, penanganan di Kalimantan Selatan juga terus diperkuat melalui operasi udara dan darat. Armada operasi udara terdiri atas dua unit patroli dan tiga unit water bombing. Pada Minggu (23/8), dua helikopter water bombing aktif melaksanakan total 243 kali penjatuhan air dengan volume 1.029.000 liter dan berhasil menangani sekitar 13 hektare lahan.
Operasi darat dilakukan di 11 wilayah dengan dukungan sedikitnya 714 personel. Tercatat seluas 40,9 hektare berhasil ditangani hingga Minggu (23/8).
Di wilayah Kalimantan Timur, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Kutai Barat pada Minggu (23/8) sekitar pukul 11.50 WITA. Kebakaran terjadi di Desa Kinong, Kecamatan Damai, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.
BPBD Kabupaten Kutai Barat bersama unsur terkait melakukan asesmen dan pemadaman darat. Api telah berhasil dipadamkan pada hari yang sama.




