Darilaut – Titik api dan kebakaran di musim kemarau ditambah dengan peristiwa El Niño yang telah mencapai intensitas sangat kuat terus meluas di sejumlah wilayah di Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Hindari pembakaran lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan di area hutan dan lahan kering, serta segera laporkan kepada petugas apabila melihat titik api, kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D.
Pemerintah daerah diminta untuk mengaktifkan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan, menyiapkan sumber air, serta melakukan patroli rutin di wilayah rawan.
BNPB mencatat dalam sepekan terakhir kebakaran hutan dan lahan ini terjadi di berbagai daerah di Pulau Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
BNPB mengatakan sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah di tengah periode musim kemarau.
Berdasarkan data pemantauan terbaru dari Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), sebaran hotspot di wilayah Kalimantan sebanyak 1.487 hotspot.
Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik.
Di Kalimantan Selatan hingga Jumat Jumat (21/8), terdeteksi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sembilan wilayah, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.
Berdasarkan pemantauan tim Direktorat Penanganan Darurat Wilayah III Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdeteksi 53 titik api (FS) dengan estimasi luasan lahan terbakar sekitar 595 hektare.
Wilayah dengan estimasi luasan terbesar berada di Kabupaten Banjar sekitar 174 hektare, Kabupaten Tanah Laut 107 hektare, Kabupaten Barito Kuala 96 hektare, dan Kabupaten Tapin 85 hektare.
Kebakaran di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terjadi pada Kamis (20/8) pukul 17.30 WIB di Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.
BPBD Kabupaten Lombok Timur melakukan pemadaman darat menggunakan selang air yang dilanjutkan dengan proses pendinginan lahan. Api telah berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan terkendali.
Di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya kebakaran terjadi di Desa Sawagumu, Distrik Sorong Utara; Desa Klasabi, Distrik Sorong Manoi; dan Desa Klabala, Distrik Sorong Kota.
Di Desa Sawagumu, kebakaran terjadi pada Rabu (19/8) dan menghanguskan sekitar 5 hektare lahan. Faktor kekeringan, angin kencang, dan kondisi lahan gambut menyebabkan api cepat membesar dan menyebar.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Sorong, bersama tim gabungan serta relawan melakukan pemadaman darat. Berdasarkan laporan di lapangan, api berhasil dipadamkan pada Jumat (21/8).
Sementara itu, kebakaran di Desa Klasabi menghanguskan sekitar 1 hektare lahan dan berhasil dipadamkan kurang lebih selama dua jam oleh tim gabungan pada Jumat (21/8). Kemudian di Desa Klabala, sekitar 5 hektare lahan terbakar dan api berhasil dipadamkan dengan dilanjutkan proses pendinginan. Tidak ada korban jiwa dari ketiga kejadian tersebut.
Di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, kebakaran terjadi di Desa Buttu Batu, Kecamatan Enrekang, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare. Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membuang puntung rokok sembarangan.
Kondisi medan yang curam turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman. BPBD Kabupaten Enrekang bersama Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat melakukan pemadaman menggunakan mobil tangki dan selang air serta pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada Jumat (21/8) pukul 01.30 WITA.
Sementara di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kebakaran melanda empat kecamatan, yaitu Kecamatan Lembang (Desa Taddakong), Lanrisang (Desa Amassangang), Watang Sawitto (Desa Sabbang Paru dan Kelurahan Bentengnge), dan Mattiro Bulu (Desa Makkawaru), dengan luas lahan terbakar sekitar 5 hektare.
BPBD Kabupaten Pinrang bersama TNI, Polri, Damkar, masyarakat, dan pemerintah setempat melakukan pemadaman darat menggunakan satu unit mobil damkar. Pada Jumat (21/8), api telah berhasil dipadamkan.
Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Toraja Utara, tepatnya di Kelurahan Pa’paelean, Kecamatan Sanggangi, pada Minggu (16/8) sekitar pukul 14.00 Wita. Kebakaran mengakibatkan lahan seluas kurang lebih 2 hektare terbakar.
Di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, kebakaran dilaporkan terjadi pada Jumat (21/8) pukul 11.30 WIB di Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara. Luas lahan yang terbakar sekitar 4 hektare.
BPBD Kabupaten Natuna bersama tim gabungan melakukan pemadaman dengan dukungan sejumlah peralatan pemadam. Dilaporkan api telah berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, sejak Selasa (18/8). Kebakaran melanda Desa Longge di Kecamatan Ampana Tete, Kelurahan Malotong di Kecamatan Ampana, dan Desa Tampanombo di Kecamatan Ulubongka dengan total luas lahan terbakar sekitar 54 hektare dengan rincian 50 hektare di Desa Longge serta masing-masing 2 hektare di Kelurahan Malotong dan Desa Tampanombo.
Kebakaran lahan terjadi di Desa Tongku, Kecamatan Tojo, pada Minggu (16/8) sekitar pukul 10.00 WITA. Kebakaran terjadi pada lahan milik warga.
Di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Manggar (Desa Lalang dan Padang), Kecamatan Damar (Desa Sukamandi), dan Renggiang (Desa Lintang dan Lenggang) dengan total lahan terbakar sekitar 3,8 hektare.
BPBD Kabupaten Belitung Timur mengerahkan personel dan peralatan pemadaman untuk melakukan pemadaman serta pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran kembali.
Kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (18/8) pukul 10.30 WITA. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Inobonto I yang berada di Kecamatan Bolaang dan Desa Buntalo, Desa Dulangon, Desa Solog serta Desa Sauk di wilayah administratif Kecamatan Lolak. Tercatat lahan seluas 3,25 hektare dilalap si jago merah.
BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow menurunkan personel untuk segera berkoordinasi lintas instansi dan melakukan upaya penanganan serta pemadaman.
Kebakaran terjadi di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (18/8) pukul 18.30 WIB. Lokasi terdampak antara lain Desa Sumberingin yang berada di wilayah Kecamatan Karangan. Akibat peristiwa ini dilaporkan lahan yang terbakar mencapai 1,5 hektare. Tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak guna melakukan pemadaman dan pencegahan agar si jago merah tidak menjalar ke pemukiman warga di sekitarnya.
Beralih ke Provinsi Jawa Timur, kebakaran lahan menghanguskan tiga hektare lahan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, pada Senin (17/8). Tidak perlu waktu lama, tim gabungan berhasil melakukan pemadaman di hari yang sama.
Kebakaran lahan terjadi di kawasan Perumahan Bukit Royal Kencana, Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, pada Minggu (16/8) sekitar pukul 15.55 WIB. Kebakaran terjadi pada area lahan dengan luas kurang lebih 1 hektare.
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (16/8) malam hari. Lokasinya berada di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur. Lahan seluas satu hektare yang terbakar berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Senin (17/8).
Kejadian selanjutnya adalah kebakaran lahan di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (17/8). Dilaporkan lahan tebu seluas empat hektare di Desa Kadilangon, Kecamatan Wedi, hangus terbakar. Kondisi terkini, api berhasil padam setelah tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan.
