Darilaut – Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan terus menjadi prioritas pemerintah, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Hingga Jumat (21/8), terdeteksi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sembilan wilayah, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.
Berdasarkan pemantauan tim Direktorat Penanganan Darurat Wilayah III Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdeteksi 53 titik api (FS) dengan estimasi luasan lahan terbakar sekitar 595 hektare.
Wilayah dengan estimasi luasan terbesar berada di Kabupaten Banjar sekitar 174 hektare, Kabupaten Tanah Laut 107 hektare, Kabupaten Barito Kuala 96 hektare, dan Kabupaten Tapin 85 hektare.
Adapun rincian sebaran titik api dan estimasi luasan lahan pada sembilan wilayah yang berada pada zona wilayah risiko tinggi meliputi:
- Kota Banjarbaru: terdeteksi 11 FS dengan luasan 77 Ha
- Kabupaten Banjar: terdeteksi 13 FS dengan luasan 174 Ha
- Kabupaten Barito Kuala: terdeteksi 4 FS dengan luasan 96 Ha
- Kabupaten Tapin: terdeteksi 6 FS dengan luasan 85 Ha
- Kabupaten Tanah Bumbu: terdeteksi 3 FS dengan luasan 4 Ha
- Kabupaten Tanah Laut: terdeteksi 7 FS dengan luasan 107 Ha
Sedangkan wilayah dengan zona sedang dan rendah, sebagai berikut.
- Kabupaten Hulu Sungai Selatan: terdeteksi 7 FS dengan luasan 50 Ha
- Kabupaten Hulu Sungai Tengah: terdeteksi 1 FS dengan luasan 1 Ha
- Kabupaten Balangan: terdeteksi 1 FS dengan luasan 1 Ha
Operasi darat terus dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan sekitar 387 personel yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. Penanganan dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Barito Kuala.




