TNI Angkatan Laut Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster dari Batam ke Singapura

FOTO: KOARMADA1.TNIAL.MIL.ID

Jakarta – TNI Angkatan Laut kembali berhasil menggagalkan penyeludupan benih lobster dari Batam ke Singapura senilai Rp 11,4 milyar, Sabtu (5/10).

Penggagalan penyelundupan ini dilakukan Tim Satuan Tugas Gabungan (Satgasgab) F1QR Koarmada I yang terdiri dari Guskamla Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam.

Kejadian berawal dari adanya informasi di lapangan yang diperoleh Tim Satgasgab F1QR. Selanjutnya, Tim Satgasgab bergerak menuju sasaran dan melakukan penyekatan dengan membagi sektor yang diindikasikan sebagai jalur penyelundupan benih lobster.

Saat terlihat secara visual sebuah speedboat, pengejaran dilakukan Tim Satgasgab F1QR. Speedboat ini berkecepatan tinggi dari arah Pulau Pasai ke arah Pulau Teluk Bakau.

Speedboat tanpa nama bermesin 200 PK x 2 tersebut berhasil lolos dari pengejaran Tim Satgasgab.

Selanjutnya, Tim Satgasgab F1QR menyisir Perairan Selat Kelelawar sampai ke Perairan Pulau Tumbar. Tim berhasil menemukan 14 box styrofoam yang berisi benih lobster dalam keadaan utuh dan 6 box styrofoam dalam kondisi pecah.

Barang bukti 20 box styrofoam coolbox berisi benih lobster kemudian dibawa ke Lanal Batam guna dilakukan proses lebih lanjut. Koordinasi dilakukan dengan pihak Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) untuk pencacahan benih lobster di Stasiun BKIPM Kota Batam.

Hasil rincian dari pencacahan benih lobster di Stasiun BKIPM, benih lobster jenis pasir sebanyak 74.064 ekor senilai Rp 11.109.600.000 dan jenis mutiara sebanyak 1.703 ekor senilai Rp 340.600.000. Total keseluruhan benih lobster sebanyak 75.767 ekor.

Dengan penangkapan ini, TNI Angkatan Laut dapat menyelamatkan kerugian negara dibidang sumber daya alam sebesar Rp 11.450.200.000.*

Exit mobile version