Topan Dujuan Telah Menjauh dari Jepang

Typhoon Dujuan was located near Tokyo, Japan, on Monday (Sept. 21) evening. IMAGE: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (typhoon) Dujuan telah menjauh dari Jepang, pada Selasa (22/9) dini hari. Dujuan bergerak ke timur laut di Samudra Pasifik utara.

Saat ini Dujuan –topan Jepang nomor 25 — dengan jarak 458 km di timur-timur laut Tokyo.

Topan Dujuan mendekati Jepang dengan membawa angin kencang, gelombang tinggi dan hujan deras. Layanan transportasi terganggu dan ratusan penerbangan dibatalkan. Sementara jutaan orang diimbau untuk melakukan evakuasi.

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Dujuan bergerak ke timur laut dengan kecepatan 40 km per jam (22 knot).

Sistem ini dengan tekanan udara pada pusat 965 hPa (hektopaskal).

Dujuan mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 35 meter per detik (70 knott), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 50 meter per detik (100 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di tenggara 150 km (80 NM) dan barat-laut 75 km (40 NM). Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur 560 km (300 NM) dan barat 330 km (180 NM), menurut JMA.

 Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan Dujuan telah bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 37 km per jam (20 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 10,4 meter (34 kaki), kata JTWC.

Saat ini, menurut JTWC, Dujuan sedang melintasi bagian ujung Arus Kuroshio yang memiliki kondisi termal mendukung, sebelum beralih ke wilayah dengan suhu permukaan laut yang jauh lebih dingin.

Setelah 12 jam ke depan, kondisi termodinamika yang mendukung kelangsungan sistem akan memburuk; adveksi udara kering yang terus-menerus serta wind shear (geseran angin) destruktif yang melebihi 55 km per jam (30 knot) akan menandai dimulainya transisi ekstratropis (ETT).

Setelah bertemu dengan zona baroklinik lintang menengah yang kuat serta arus jet barat (westerly jet stream) yang kencang di lapisan atas atmosfer, Dujuan akan menyelesaikan proses ETT pada akhir periode prakiraan saat ini.

Melansir NHK, Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan Peringatan Darurat Tingkat Lima terkait tanah longsor untuk wilayah Oshima di Kepulauan Izu, Tokyo, namun kemudian mengubahnya menjadi Peringatan Mendesak Tingkat Empat.

Oshima mencatat curah hujan sebesar 832 milimeter dalam kurun waktu 48 jam hingga pukul 22.00 Senin (21/9). Angka tersebut lebih dari dua kali lipat rata-rata curah hujan untuk keseluruhan bulan September.

Kota Yokosuka di Prefektur Kanagawa melaporkan terjadinya sejumlah tanah longsor. Seorang wanita berusia 60-an tahun dilaporkan hilang setelah lumpur masuk ke dalam rumahnya.

Sepasang lansia berusia 70-an tahun di wilayah lain juga belum diketahui keberadaannya. Polisi dan petugas pemadam kebakaran sedang berupaya melakukan pencarian.

Di Kota Miura, lumpur mengalir masuk ke sebuah gedung apartemen dua lantai dan seorang penghuni wanita belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, di Kota Kamakura, sebuah jalan terendam banjir hingga menyerupai sungai; di sebuah hotel terdekat, para pekerja sedang menguras air dari kamar-kamar tamu.

Di Prefektur Chiba, seorang wanita mengendarai kendaraannya ke area longsoran lumpur di Kota Sodegaura Senin dinihari. Ia dilarikan ke rumah sakit akibat luka ringan.

Di kota yang sama, seorang pekerja yang sedang menggunakan alat berat untuk menyingkirkan puing-puing dari jalan terjatuh ke dalam rumpun bambu. Ia dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Exit mobile version