Darilaut – Setelah mendarat di Taiwan utara pada Rabu (24/7) malam hingga Kamis (25/7) pagi, Topan (Typhoon) Gaemi saat ini sedang melintasi Selat Taiwan.
Sistem ini akan mendarat dengan kekuatan topan untuk kedua kalinya di pesisir Provinsi Fujian, Cina tenggara hari ini.
Menurut Observatorium Hong Kong, Topan Parah Gaemi pada pukul 08.00 waktu setempat berpusat sekitar 160 kilometer tenggara Fuzhou.
Diperkirakan akan bergerak ke barat laut atau barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam melintasi Selat Taiwan dan menuju Fujian.
Siklon Tropis Gaemi membawa angin kencang dan hujan lebat di Cina tenggara dan Cina selatan.
Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) menginformasikan pada pukul 09.00 Gaemi masih dengan skala ukuran besar, jenis angin topan yang kuat.
Sistem mengarah ke barat-barat laut dengan kecepatan 20 km per jam atau 11 knot.
Tekanan udara pusat 970 hPa (hektopaskal), Badan Meteorologi Jepang.
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di selatan 165 km (90 NM) dan utara 130 km (70 NM).
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih berada di tenggara 600 km (325 NM) dan barat-laut 500 km (270 NM).
Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan, selama enam jam terakhir, Gaemi terletak 46 km selatan-barat daya Taipei.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 10,1 meter (33 feet), kata JTWC.
Setelah mendarat di Cina, sistem diperkirakan akan terus melacak ke barat laut.
Melansir Focustaiwan.tw, pusat (mata) Topan Gaemi mendarat di dekat Kotapraja Nan’ao di Kabupaten Yilan, timur laut Taiwan, pada pukul 00:00 Kamis.
Menurut Badan Cuaca Pusat (CWA) topan ini membawa angin berkelanjutan maksimum hingga 184 kilo meter per jam, dengan hembusan mencapai hingga 227 kilo meter per jam.
Lingkaran badai Topan Gaemi masih menyelimuti Taiwan dan Kepulauan Penghu, dengan angin dan hujan yang terus meningkat.
Topan Gaemi dengan nama lokal Filipina “Carina” akan keluar dari wilayah tanggung Filipina Kamis pagi.
Menurut PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina) Carina melintasi Selat Taiwan, dan melakukan pendaratan terakhirnya di Cina tenggara sore atau malam ini.
Topan ini akan terus melemah karena berinteraksi dengan medan pegunungan Taiwan dan daratan Cina tenggara.
