Topan Gamane Menghantam Madagaskar, 14 Orang Tewas  

Siklon tropis (tropical cyclone) Gamane mendarat di Madagaskar, Rabu (27/3). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Siklon tropis (tropical cyclone) Gamane yang mendarat di Madagaskar utara Rabu (27/3) menyebabkan rumah-rumah hanyut dan 14 orang meninggal dunia.

Setelah menghantam Madagaskar, sistem ini berinteraksi dengan daerah pegunungan di Madagaskar utara, mendekati Beramanja dan berbelok ke Abanja.

Berdasarkan jalur lintasan Zoom.earth, Gamane bergerak ke barat di perairan Mozambique Channel dan berbelok lagi ke Tenggara dan mendarat untuk kedua kalinya di Madagaskar.

Selama 6 jam terakhir, Gamane terletak 533 km sebelah utara Antananarivo, Madagaskar, dan telah bergerak ke arah selatan-tenggara dengan kecepatan 11 km per jam (6 knot).

Ketinggian gelombang signifikan maksimum adalah 3,7 meter (12 feet), kata Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Sistem tersebut kemungkinan akan semakin melemah saat melintasi daerah pegunungan, dan sisa-sisanya akan muncul kembali di atas air dalam waktu sekitar 24 jam.

Sedikitnya 14 orang tewas dan tiga lainnya terluka setelah Topan Gamane mendarat di Madagaskar, dengan tiga orang lainnya masih hilang, kata otoritas meteorologi Madagaskar, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (28/3).

Saat mendarat Gamane membawa angin rata-rata 150 km per jam dan hembusan angin lebih dari 210 km per jam, disertai hujan lebat, kata Kantor Nasional Manajemen Risiko dan Bencana Madagaskar (BNGRC).

Sebanyak 36.307 orang, termasuk 9.024 rumah tangga, terkena dampak topan tersebut, yang meluluhlantahkan tujuh wilayah di negara tersebut.

Sebanyak 18.565 jiwa atau 4.849 KK terpaksa mengungsi dan mencari perlindungan di 68 lokasi darurat yang tersebar di berbagai wilayah.

Banjir yang terjadi setelahnya menyebabkan kerusakan parah, merendam 6.675 rumah dan hampir 1.698 sawah, sementara 617 rumah hancur, kata BNGRC.

Melansir Aljazeera.com, rumah-rumah hanyut dan jalan-jalan hancur setelah topan Gamane menghantam Madagaskar.

Gambar video menunjukkan aliran air deras mengalir melalui desa-desa dan orang-orang membuat rantai manusia di air setinggi pinggang ketika mencoba membantu mereka yang terjebak di rumah mereka untuk keluar dari banjir. Banyak jalur dan jembatan terendam banjir dan terputus.

Enam orang tenggelam dan lima lainnya tewas akibat rumah roboh atau pohon tumbang, dan secara keseluruhan sekitar 7.000 orang terkena dampaknya.

“Jarang sekali terjadi badai seperti ini. Pergerakannya hampir tidak bergerak,” kata Jenderal Elack Andriakaja, direktur jenderal kantor penanggulangan bencana nasional BNGRC, dalam sebuah pernyataan.

Andriakaja mengatakan ketika sistem berhenti di satu tempat, maka seluruh infrastruktur akan hancur. Hal ini mempunyai dampak yang serius bagi Masyarakat.

Tingkat kerusakan sepenuhnya masih belum jelas, karena banyak desa di wilayah tersebut terputus dari wilayah lain di negara ini, sehingga menyulitkan akses bagi tim penyelamat.

Sumber: JTWC/Zoom.earth, Xinhua (english.news.cn) dan Aljazeera.com

Exit mobile version