Darilaut – Topan (Typhhon) Topan Guchol yang bergerak di Samudra Pasifik telah melemah menjadi badai tropis dan siklon ekstratropis. Sistem ini pada Selasa (13/6) terletak di tenggara Tokyo, Jepang.
Buletin informasi Badan Meteorologi Jepang (JMA) yang dikeluarkan Selasa (13/6) menjelaskan pada pukul 03.00 waktu setempat, Guchol dengan kekuatan siklon ekstratropis, bergerak ke timur laut.
Sistem ini dengan kecepatan 35 kilo meter per jam atau 20 knot. Tekanan udara pusat 990 hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) topan ekstratropis Guchol, selama enam jam terakhir, terletak 465 km barat laut Chichi Jima. Sistem ini bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 37 km per jam (20 knot).
Pergerakan topan Guchol dengan nama lokal Filipina “Chedeng” tidak menyentuh daratan mana pun, dan tetap berada di Samudra Pasifik.
Hal ini sesuai trek lintasan yang diperkirakan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), Badan Meteorologi Jepang, layanan Zoom.earth/JTWC, sebelumnya.
Meski telah menjadi siklon ekstratropis, kata JTWC, sistem ini dapat membawa tinggi gelombang signifikan maksimum 12,2 meter (40 feet).
Mengutip Britannica.com, siklon ekstratropis disebut juga siklon gelombang atau siklon lintang tengah.
Sejenis dengan sistem badai yang terbentuk di lintang tengah atau tinggi, di wilayah dengan variasi suhu horizontal besar yang disebut zona frontal.
Siklon ekstratropis berbeda dengan siklon atau angin topan yang lebih ganas di daerah tropis, yang terbentuk di daerah dengan suhu yang relatif seragam.
Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km.
Siklon ekstratropis berkembang ketika gelombang terbentuk di permukaan frontal yang memisahkan massa udara hangat dari massa udara dingin.
Saat amplitudo gelombang meningkat, tekanan di pusat gangguan turun, akhirnya meningkat ke titik di mana sirkulasi siklon dimulai.
Kondisi seperti itu terjadi ketika udara dingin dari utara di Belahan Bumi Utara, atau dari selatan di Belahan Bumi Selatan, di sisi barat siklon menyapu semua udara tropis yang hangat di sistem tersebut.
Sehingga seluruh siklon terdiri dari massa udara dingin. Hal seperti ini dikenal dengan sebutan oklusi (occlusion).
Di lintang tinggi dan menengah sejumlah siklon ekstratropis biasanya ada di seluruh dunia pada waktu tertentu.
Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 kilo meter per jam.
Siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot, lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.
