Darilaut – Topan Kalmaegi Menewaskan sedikitnya 6 orang di kota pegunungan Canlaon di Negros Oriental utara, Filipina, pada hari Selasa (4/11).
Topan ini membawa kerusakan parah di Visayas dan Mindanao, memicu banjir besar dan menewaskan lebih dari selusin orang di beberapa daerah, termasuk Cebu.
Saat ini, Rabu (5/11) Topan Kalmaegi sudah berada di Laut Cina Selatan menuju Vietnam. Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) Kalmaegi terletak 1.272 km di timur-tenggara Da Nang, Vietnam, dan telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,8 meter (19 kaki), kata JTWC.
Pada Rabu siang, Topan Kalmaegi terletak sekitar 430 kilometer timur laut Kepulauan Spratly, dan diperkirakan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 25 kilometer per jam, melintasi bagian tengah dan selatan Laut Cina Selatan, kata Observatorium Hong Kong (HKO).
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA), pejabat di Pusat Operasi Darurat Kota Canlaon, Seth Bariga, mengatakan bahwa pemerintah baru mulai mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kerusakan akibat topan tersebut.
Bariga mengatakan jembatan-jembatan tersebut terhalang batu dan puing-puing lainnya, yang mengalihkan aliran air ke rumah-rumah di jalan raya nasional, membuat jalan akses tidak dapat dilalui.
Kota ini saat ini terisolasi dari Barangay Panubigan dan Barangay Mabigo, karena satu-satunya rute yang tersisa—jembatan penyeberangan—telah dinyatakan tidak aman untuk dilintasi.
Banjir besar yang belum pernah terjadi sebelumnya merendam banyak bagian kota, menutup titik masuk dan keluar, dan meninggalkan batu, bongkahan batu, pohon dan tiang tumbang, serta puing-puing lainnya.
Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kanada, dan Australia pada hari Rabu menyampaikan kesiapan mereka untuk memberikan bantuan dalam upaya tanggap darurat yang sedang berlangsung di wilayah yang terdampak parah Topan Kalmaegi.
Beberapa perwakilan luar negeri lainnya—Inggris, Spanyol, Jepang, Rusia, Arab Saudi, Jerman, Uni Eropa—juga menyampaikan pesan solidaritas dan simpati yang serupa kepada para korban topan.
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab, dalam sebuah pernyataan, juga menyampaikan belasungkawa pada hari Rabu dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi para korban luka.
