Darilaut – Topan (Typhoon) Kalmaegi menghantam sejumlah wilayah daratan Filipina, setelah mendarat di Silago, Leyte Selatan, Selasa (4/11) dini hari.
Kalmaegi dengan nama Filipina ”Tino” melintasi perairan pantai San Francisco, Cebu, dan melewati Kepulauan Camotes.
Dalam buletin informasi yang dikeluarkan Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), Selasa pukul 11.00, topan Kalmaegi sedikit melemah, akan tetapi terus mengancam wilayah Visayas Barat dan Pulau Negros.
Topan ini telah melewati Kepulauan Camotes dan diperkirakan akan melintasi Visayas dan Palawan utara hingga muncul di Laut Filipina Barat pada Rabu (5/11) pagi, kata PAGASA.
Kalmaegi — Topan Jepang Nomor 25—selama enam jam terakhir terletak 504 km di tenggara Manila, Filipina, dan telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3,7 meter (12 kaki), kata JTWC.
Sementara itu, melansir Kantor Berita Filipina, PNA, Kepala divisi tanggap bencana dari Kantor Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Kota Iloilo, Darwin Papa, mengatakan bahwa mereka telah mulai mengevakuasi penduduk dari desa-desa berisiko tinggi.
Hingga pukul 8 malam hari Senin, evakuasi telah selesai untuk 575 keluarga, yang terdiri dari 2.012 individu dari 24 desa.
“Waktu terakhir kami, yang dapat kami anggap sebagai periode paling kritis ketika semua penduduk sasaran berada di dalam pusat evakuasi adalah pukul 10 pagi besok (Selasa). Pada jam tersebut, mereka seharusnya sudah berada di pusat evakuasi kami,” ujarnya. Ia mengatakan lebih dari 6.000 orang yang tinggal di wilayah pesisir akan dievakuasi.
Pemerintah daerah telah membuka 450 pusat evakuasi di seluruh kota, yang mampu menampung lebih dari 47.000 keluarga atau 226.741 orang.
National Grid Corporation of the Philippines (NGCP) belum mengoperasikan lima saluran transmisi di Visayas, Mindanao.
Lima jalur transmisi di Visayas dan Mindanao saat ini tidak tersedia akibat Topan Tino, kata NGCP.
