Topan Matmo Melintasi Laut Cina Selatan, Mengarah ke Hainan dan Semenanjung Leizhou

Prakiraan jalur lintasan Topan Matmo, Sabtu (4/10) pagi. GAMBAR: JMA

Darilaut – Topan (typhoon) Matmo saat ini sedang bergerak ke arah barat laut melintasi Laut Cina Selatan, pada Sabtu (4/10).

Berdasarkan jalur lintasan Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) sistem ini akan mendekati ujung timur atau utara Pulau Hainan.

Matmo kemudian mendekati dan mendarat di ujung Semenanjung Leizhou, Cina. Pendaratan selanjutnya di dekat perbatasan Cina dan Vietnam.

Observatorium Hong Kong (HKO) memperkirakan Matmo akan menguat secara bertahap dan mendekati Pulau Hainan bagian timur dan wilayah Semenanjung Leizhou, Cina.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 8,5 meter (28 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC). Matmo telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 28 km per jam (15 knot).

Menurut JTWC, interaksi dengan kompleksitas orografis (pegunungan dan lembah) Luzon telah menimbulkan beberapa gangguan friksi pada aliran masuk.

Tetapi sistem ini terus memperoleh energi dari pita yang tetap berada di atas perairan dengan kandungan panas laut yang tinggi, sehingga memitigasi degradasi struktural yang signifikan.

Siklon ini akan diproyeksikan akan mendekati pantai Tiongkok dengan intensitas puncak 155 km per jam (85 knot) dalam waktu sekitar 36 jam.

Pendaratan utama diperkirakan terjadi di utara Pulau Hainan dan di Semenanjung Leizhou, diikuti pendaratan sekunder di dekat perbatasan Tiongkok-Vietnam dalam 2 hingga 3 hari ke depan.

Selanjutnya, menurut JTWC, sistem ini diramalkan akan mengalami degradasi dan pelemahan struktural yang cepat akibat interaksi daratan.

Saat ini, menurut JMA, Matmo mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 25 meter per detik (50 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 35 meter per detik (70 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih berada di seluruh area 280 km (150 NM).

Tekanan udara pada pusatnya 990hPa (hektopaskal), kata JMA.

PAGASA mengatakan Matmo akan terus bergerak ke arah barat laut. Prakiraan lintasan, sistem ini akan meninggalkan Wilayah Tanggung Jawab Filipina, pada Sabtu (4/10) pagi.

Penguatan kembali menjadi topan diperkirakan akan terjadi dalam 12 jam ke depan, kata PAGASA.

Exit mobile version