Jumat, Juli 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

redaksi
17 Juli 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

Sawah yang terus tergenang berkontribusi terhadap pembentukan metana, salah satu gas rumah kaca. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sistem irigasi pada sawah yang tergenang secara terus-menerus menghasilkan emisi gas rumah kaca berupa metana.

“Sistem pengelolaan air pada lahan sawah yang terus tergenang berkontribusi terhadap pembentukan metana, yang merupakan salah satu gas rumah kaca,” kata , Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) I Gusti Komang Dana Arsana Komang, dalam orasi ilmiah Pengukuhan Profesor Riset, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu 24 Juni.

Untuk itu, diperlukan teknologi pengelolaan air yang lebih efisien untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. 

Prof. Komang kemudian mengembangkan teknologi irigasi hemat air berbasis Alternative Wetting and Drying (AWD), yaitu sistem pengairan berselang yang membuat lahan sawah tidak selalu tergenang air. 

Ia menjelaskan, perubahan iklim yang semakin nyata saat ini berdampak pada ketidakpastian pola curah hujan, mulai dari kekeringan di sejumlah wilayah hingga banjir di wilayah lain. 

Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya kebutuhan air untuk berbagai sektor kehidupan. Sehingga, sektor pertanian dituntut untuk beradaptasi dengan penggunaan air yang lebih efisien.

Dalam sistem AWD, air irigasi diberikan sesuai kebutuhan tanaman, kemudian lahan dibiarkan mengering sebelum diairi kembali. Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air. 

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINMetanaPengelolaan AirProf. I Gusti Komang Dana Arsana KomangSawah TergenangSubak
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Next Post

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

Postingan Terkait

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

17 Juli 2026
Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

17 Juli 2026

Guru besar Wako University: Dunia Banyak Dibangun Melalui Cara Berpikir Kontinental

Guru Besar UI: Istilah Maritim Cenderung Bersifat Militeristik

Pemerintah Provinsi Gorontalo Perkuat Aspek Konservasi di Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani

Tradisi Penangkapan Paus di Lamalera Sering Dipahami Secara Sempit

Krisis Teluk, Sekjen PBB Memperingatkan Agar Tidak Kembali ke Perang Skala Penuh

AMSI, BPI dan AVISI Sepakat Melawan Konten Ilegal untuk Selamatkan Industri Kreatif

Next Post
UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

TERBARU

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Guru besar Wako University: Dunia Banyak Dibangun Melalui Cara Berpikir Kontinental

Guru Besar UI: Istilah Maritim Cenderung Bersifat Militeristik

Pemerintah Provinsi Gorontalo Perkuat Aspek Konservasi di Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Sumber Anugerah Alami Kebocoran di Perairan Natuna, Semua Penumpang Selamat

Mekanisme Pergerakan Geser Gempabumi Dangkal di Tapanuli Utara

Gempa Poso, 37 Rumah Rusak dan Korban Luka Bertambah 32 Orang

Apa Saja Pengelolaan Sampah di Surabaya?

Identifikasi Senyawa Bioaktif Biota Laut

Belajar Cara Menabung Lobster

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.