Jumat, September 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

redaksi
17 Juli 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

Sawah yang terus tergenang berkontribusi terhadap pembentukan metana, salah satu gas rumah kaca. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sistem irigasi pada sawah yang tergenang secara terus-menerus menghasilkan emisi gas rumah kaca berupa metana.

“Sistem pengelolaan air pada lahan sawah yang terus tergenang berkontribusi terhadap pembentukan metana, yang merupakan salah satu gas rumah kaca,” kata , Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) I Gusti Komang Dana Arsana Komang, dalam orasi ilmiah Pengukuhan Profesor Riset, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu 24 Juni.

Untuk itu, diperlukan teknologi pengelolaan air yang lebih efisien untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. 

Prof. Komang kemudian mengembangkan teknologi irigasi hemat air berbasis Alternative Wetting and Drying (AWD), yaitu sistem pengairan berselang yang membuat lahan sawah tidak selalu tergenang air. 

Ia menjelaskan, perubahan iklim yang semakin nyata saat ini berdampak pada ketidakpastian pola curah hujan, mulai dari kekeringan di sejumlah wilayah hingga banjir di wilayah lain. 

Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya kebutuhan air untuk berbagai sektor kehidupan. Sehingga, sektor pertanian dituntut untuk beradaptasi dengan penggunaan air yang lebih efisien.

Dalam sistem AWD, air irigasi diberikan sesuai kebutuhan tanaman, kemudian lahan dibiarkan mengering sebelum diairi kembali. Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air. 

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINMetanaPengelolaan AirProf. I Gusti Komang Dana Arsana KomangSawah TergenangSubak
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Next Post

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

Postingan Terkait

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

4 September 2026
Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

4 September 2026

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

UNAIR dan UNG Perkuat Kerja Sama Akademik

El Niño Belum Mencapai Puncak, Cuaca Panas Ekstrem Berbulan-bulan

Next Post
UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

TERBARU

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

AmsiNews

REKOMENDASI

Temuan Pushidrosal, Dasar Laut Anak Krakatau Menjadi Dangkal

Waspada Kecepatan Angin dan Gelombang Tinggi di Awal Februari

Topan Dikeledi Mendarat di Utara Madagaskar

Kurangnya Kepercayaan Terhadap Informasi Tantangan Utama Menghadapi Bencana

Bibit 91W Berkembang di Selatan Jepang, 99W Mendarat di Qinzhou

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 7 Hari ke Depan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.