Topan Mawar Akan Menguat di Laut Filipina

Topan (Typhoon) Mawar. GAMBAR: PAGASA

Darilaut – Topan (Typhoon) Mawar diperkirakan akan menguat di Laut Filipina, pada Kamis (25/5) malam dan Jumat (26/5).

Setelah melewati Pulau Guam dan Pulau Rota, Kepulauan Mariana Utara, intensitas Mawar akan meningkat menjadi topan dahsyat (Violent Typhoon) dan topan super (Super Typhoon). Saat ini siklon tropis Mawar telah bergerak ke barat-barat laut.

Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) dan Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) memperkirakan intensitas topan Mawar akan menguat di Laut Filipina.

Pusat topan yang masih berada di luar Area Tanggung Jawab (outside PAR) Filipina, diperkirakan dengan jarak 2.205 km Timur Tenggara Luzon.

Prediksi PAGASA intensitas Mawar akan menguat sebagai topan super pada Kamis malam ini dan Jumat.

Selama enam jam terakhir, menurut JTWC, Mawar terletak 24 km barat-barat laut Pangkalan Angkatan Udara Andersen, dan telah bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot).

Topan Mawar membawa gelombang dengan tinggi masimum 14 meter (46 feet).

Sementara itu, Palang Merah Amerika di Guam bekerja sama dengan para pejabat dan mitra memberikan bantuan untuk menopang kehidupan bagi orang-orang yang terkena dampak badai dahsyat tersebut.

Banyak pekerja bencana yang terlatih serta pasokan bantuan sedang dalam perjalanan.

Dalam persiapan menghadapi topan Mawar, Palang Merah memiliki barang-barang bantuan di pulau itu dan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis. Termasuk air, makanan yang dapat disimpan di rak, terpal, dan persediaan kebersihan lainnya.

Topan Mawar telah berdampak besar pada wilayah Guam AS dan Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara (CNMI) dengan angin kencang, hujan deras, dan gelombang badai yang mengancam jiwa.

Mawar diproyeksikan menjadi badai terbesar dan terkuat yang melanda wilayah tersebut dalam dua dekade.

Guam memiliki populasi lebih dari 150.000 orang, banyak di antaranya tinggal di komunitas pesisir.

Sebagian besar Guam tanpa listrik karena angin berkecepatan 140 mph yang berkelanjutan bertiup melintasi pulau.

Kerusakan di Guam bisa sangat menghancurkan. Lebih dari 40.000 rumah yang dibangun dengan bahan yang lebih ringan dapat mengalami kerusakan yang cukup parah.

Listrik, air, dan komunikasi (termasuk layanan internet) mungkin tidak tersedia selama berhari-hari dan mungkin berminggu-minggu setelah badai berlalu.

Departemen Pendidikan di Guam dan Kepulauan Mariana Utara membuka tempat perlindungan selama keadaan darurat.

Ratusan orang telah mencari perlindungan di tempat penampungan dan jumlah itu diperkirakan akan bertambah.

Ada beberapa fasilitas militer utama AS di Guam yang juga terpengaruh. Semua pesawat militer meninggalkan pulau sebelum badai atau ditempatkan di hanggar pelindung. Sebagian besar kapal militer juga meninggalkan pulau.

Sumber: PAGASA/Filipina, Zoom.earth/JTWC, Badan Meteorologi Jepang/JMA dan Redcross.org

Exit mobile version