Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

Topan (typhoon). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (typhoon) Mekkhala terus menguat di Laut Filipina, pada Minggu (21/6) dan Senin (22/6). Sistem ini diperkirakan terus bergerak ke barat laut dan akan berbelok di tenggara Taiwan

Saat ini Mekkhala dengan jarak 773 km di timur Filipina atau 1090 km dari ujung selatan Taiwan.

Observatorium Hong Kong (HKO) memperkirakan topan Mekkhala akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam melintasi perairan di sebelah timur Filipina dan menguat secara bertahap. Kemudian akan bergerak secara umum di sekitar Taiwan hingga Kepulauan Ryukyu.

Mengenai intensitas, Mekkhala diperkirakan akan terus menguat dengan cepat selama 24 hingga 36 jam ke depan, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Mekkhala tetap berada di lingkungan yang sangat menguntungkan hingga mencapai intensitas puncak antara 36 dan 48 jam.

JTWC mengatakan ini adalah sistem yang berbahaya. Potensi bahayanya meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, serta laut yang bergelombang.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,2 meter (40 kaki), kata JTWC.

Dalam 48 hingga 60 jam, diperkirakan Mekkhala akan memasuki lingkungan yang tidak menguntungkan, ditandai dengan geser angin tinggi (30–40 knot) dan udara kering yang signifikan, yang menyebabkan pelemahan drastis.

Naiknya air dingin juga mungkin terjadi sekitar 36 hingga 60 jam yang mempercepat tren pelemahan.

Topan Mekkhala dengan nama Filipina topan “Francisco” semakin menguat saat terus bergerak ke arah barat laut.

“Francisco” akan semakin menguat hingga mencapai intensitas puncaknya kemungkinan pada hari Selasa (23/6). Setelah itu, diperkirakan akan terjadi pelemahan, kata Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), dalam buletin informasi yang dikeluarkan Minggu pukul 23.00.

Menurut PAGASA ”Fransisco” kemungkinan akan tetap berada di Laut Filipina sepanjang periode prakiraan. Namun, pendekatan yang lebih dekat ke Luzon Utara Ekstrem tidak dapat dikesampingkan jika jalur prakiraan bergeser ke arah barat.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency – JMA) mengatakan Mekkhala mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot). Tekanan udara pada pusatnya 965hPa (hektopaskal).

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 40 meter per detik (75 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 55 meter per detik (105 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 95 km (50 NM).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di utara 280 km (150 NM) dan selatan 220 km (120 NM), kata JMA.

Exit mobile version