Topan Muifa Mengarah ke Pesisir Cina Timur

Topan Muifa bergerak lambat Senin (12/9) di perairan Kepulauan Yayema (Kepulauan Ryukyu) Prefektur Okinawa, Jepang dan timur Taiwan sebagai badai kategori tiga. GAMBAR: Badan Meteorologi Jepang/JMA

Darilaut – Setelah melewati timur Taiwan dan Kepulauan Ryukyu Jepang, Topan Muifa sedang mengarah ke pesisir Cina Timur, Selasa (13/9).

Topan Muifa dengan nama Filipina “Inday” diperkirakan akan bergerak perlahan dalam waktu yang sangat dekat sebelum secara bertahap berakselerasi ke utara barat laut di atas Laut Cina Timur.

Kemudian, siklon tropis ini kemungkinan akan mendarat di sekitar Shanghai atau Zhejiang di sepanjang pantai timur Cina.

Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina atau Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA) mengatakan Topan Inday meninggalkan Area Tanggung Jawab Filipina (PAR) pada Selasa siang, pukul 12.40 hari ini.

“Topan ini diperkirakan perlahan-lahan melemah atau mungkin mempertahankan kekuatannya sepanjang periode perkiraan saat melintasi Laut Cina Timur karena lingkungan yang sedikit menguntungkan,” kata PAGASA dalam buletin yang dikeluarkan Selasa pukul 05.00 pagi.

“Pelemahan yang cepat dapat terjadi setelah topan mendarat di bagian timur Cina.”

Menurut Observatorium Hong Kong, Selasa pukul 5 pagi, Topan Muifa berpusat sekitar 250 kilometer sebelah timur Taipei.

Diperkirakan bergerak ke utara dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam menuju sekitar Laut Cina Timur.

Topan Muifa akan bergerak melintasi Laut Cina Timur dan mendekati pantai Cina timur dalam beberapa hari ke depan, kata Observatorium Hong Kong.

Topan ini membawa gelombang dengan tinggi signifikan maksimum 11 meter (36 feet).

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menginformasikan Muifa terletak 406 km barat-barat daya Kadena, dan telah bergerak ke utara dengan kecepatan 4 km per jam (2 knot) selama 6 jam terakhir.

Dalam 24 jam, sistem akan mulai melacak perlahan ke utara-barat laut dan terus melemah saat sistem melacak di tepi timur. Setelah dua hari, Muifa diperkirakan akan mendarat di daratan Cina.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency (JMA) hingga Selasa pukul 06.00 waktu setempat, kekuatan Muifa adalah angin topan yang kuat, dengan tekanan udara pusat 965 hPa.

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 130 km (70 NM). Angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 220 km (120 NM)

Pada Selasa pukul 18.00 diprediksi Muifa masih dengan kekuatan angin topan yang kuat, dengan arah pergerakan lambat ke utara.

Sumber: PAGASA/Filipina, Observatorium Hong Kong (hko.gov.hk/en), Zoom.earth/JTWC, dan Badan Meteorologi Jepang/JMA.

Exit mobile version