Topan Noru Mendarat di Vietnam

Topan Noru menguat menjadi Topan Super (Super Typhoon) saat berada di Laut Cina Selatan. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (Typhoon) Noru telah mendarat di dekat Kota Da Nang, Vietnam, Rabu (28/9) pagi. Topan ini akan melintasi daratan Asia Tenggara.

Menurut Observatorium Hong Kong Topan Noru mendarat pada pukul 05.00 pagi. Topan Noru berpusat sekitar 20 kilometer selatan Da Nang. Diperkirakan bergerak ke barat sekitar 18 kilometer per jam melintasi Indo-China (Asia Tenggara Daratan).

Topan Noru akan bergerak melintasi Indo-China hari ini dan besok, setelah itu melemah secara bertahap, kata Observatorium Hong Kong.

Sebelumnya, Selasa (27/9) sore Topan Noru menguat menjadi Topan Super (Super Typhoon) saat berada di Laut Cina Selatan, menjelang pendaratan di Vietnam.

Badan Meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency (JMA) menjelaskan pada Rabu pukul 03.00, kekuatan Noru adalah angin topan yang kuat, bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 km per jam atau 12 knot. Tekanan udara pusat 955 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 130 km (70 NM). Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di barat-laut 390 km (210 NM) dan tenggara 280 km (150 NM).

Rabu pukul 15.00 diprediksi kekuatan Topan Noru akan melemah menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem. Selanjutnya, Kamis (29/9) kekuatan sistem ini melemah menjadi siklon tropis.

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menjelaskan Topan Noru adalah sistem yang berbahaya.

Sistem ini dapat membawa angin yang merusak, gelombang badai serta gelombang laut yang ganas dan hujan deras. Hal ini dapat menyebabkan tanah longsor, banjir bandang dan semua risiko yang mungkin terjadi.

Topan Noru dapat memberikan dampak langsung pada gelombang laut dengan tinggi maksimum 13,1 meter.

Menurut JTWC Noru terus melemah dengan cepat selama 12 jam terakhir. Noru diperkirakan akan bergerak ke arah barat.

Topan Noru akan terus melakukan tracking ke arah barat dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan yang akan mengakibatkan sistem terus mengalami penurunan intensitas akibat pengaruh peningkatan wind shear, serta efek friksi yang disebabkan interaksi dengan tanah.

Dalam 2 hari, sistem melacak lebih jauh ke pedalaman di Asia Tenggara.

Sumber: Observatorium Hong Kong (hko.gov.hk/en), Badan Meteorologi Jepang/JMA dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version