Darilaut – Topan (typhoon) Saudel telah mendarat di pantai Kota Yuhuan, wilayah yang dikelola Kota Taizhou, pesisir Provinsi Zhejiang, Cina Timur, pada Jumat (28/8) pagi.
Lokasi pendaratan di Yuhuan, sama dengan pendaratan topan Dolphin Minggu 9 Agustus sore dan topan Bavi pada Sabtu 11 Juli malam.
Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) mengatakan topan Saudel telah mendarat di Yuhuan, Zhejiang. Pada pukul 09.00 pagi, pusat Saudel berada sekitar 60 kilometer di sebelah timur-timur laut Wenzhou.
Topan ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekira 22 kilometer per jam melintasi wilayah selatan Zhejiang dan bergerak masuk ke daratan.
Saudel akan bergerak melintasi wilayah selatan Zhejiang hari ini, kemudian bergerak masuk ke daratan dan melemah secara bertahap, kata HKO.
Sebelumnyam pada Jumat pukul 03.00, pusat Topan Saudel berada sekitar 190 kilometer di sebelah timur Wenzhou.
Menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) Saudel telah melemah dari topan menjadi badai tropis parah (Severe Tropical Storm).
Sistem ini bergera ke barat dengan kecepatan 25 km per jam (13 knot) dengan tekanan udara pada pusatnya 975 hPa (hektopaskal).
Saudel mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 30 meter per detik (60 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 45 meter per detik (85 knot).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di timur 110 km (60 NM) dan barat 75 km (40 NM).
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur laut 280 km (150 NM) dan barat daya 220 km (120 NM), menurut JMA.
Sebelum Saudel mendarat, melansir Xinhua, sebanyak 14.682 kapal penangkap ikan laut di Zhejiang telah berlindung di pelabuhan, dan 47.983 awak kapal serta 1.906 pekerja budidaya perairan telah dievakuasi ke daratan, guna memastikan tidak ada orang, kapal, ataupun aktivitas yang tersisa di laut.
Kepala Departemen Manajemen Darurat Provinsi Zhejiang, Hu Yaowen, memperingatkan bahwa dampak topan ini bertepatan dengan fenomena pasang laut astronomis yang tinggi, sehingga kemungkinan besar akan menimbulkan kombinasi angin kencang, gelombang tinggi, pasang laut, dan curah hujan lebat.
Hujan lebat yang terus-menerus sebelumnya telah menyebabkan permukaan air di sungai, danau, dan waduk berada pada tingkat tinggi, sehingga hujan deras gelombang baru ini dapat dengan mudah memicu banjir bandang, aliran lumpur, dan tanah longsor, kata Yaowen.
Sebagai persiapan menghadapi topan, Zhejiang telah melakukan pemeriksaan risiko secara menyeluruh. Lebih dari 4.000 personel pemantau telah melakukan lebih dari 19.000 patroli di lebih dari 7.200 lokasi yang berpotensi mengalami bahaya geologis dan zona risiko, sementara 564 ahli geologi telah dikerahkan ke 73 wilayah (county) untuk membantu identifikasi risiko.
Terkait pengendalian banjir, jaringan sungai di wilayah dataran rendah provinsi tersebut telah mengalirkan keluar 437 juta meter kubik air, dan waduk-waduk berukuran besar serta menengah telah melakukan pelepasan awal air sebanyak 456 juta meter kubik.
