Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Saudel telah menguat menjadi topan (typhoon) di dekat Kepulauan Mariana Utara, pada Sabtu (22/8) pagi.
Saudel — Topan Jepang Nomor 18 – diperkirakan akan bergerak di utara Kepulauan Mariana Utara mengarah ke selatan Jepang.
Saudel diperkirakan berada di timur laut Saipan, ibu kota Kepulauan Mariana Utara, dengan jarak 288 km.
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 8,5 meter (28 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Saudel diperkirakan akan bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan rata-rata 20–25 km per jam (10–13 knot) menyusuri sisi barat daya punggungan subtropis (subtropical ridge) yang memanjang di sebelah timur lautnya.
Pergerakan ini akan bertahan selama 36 jam ke depan. Setelah itu, punggungan subtropis akan bergeser ke arah barat, yang akan memaksa sistem ini beralih ke lintasan yang lebih mengarah ke barat, menurut JTWC.
Namun, masih ada ketidakpastian jalur lintasan dengan adanya dampak dari depresi monsun — yang diberi kode 94W —terhadap punggungan subtropis terpisah yang berada di atas wilayah Honshu.
Jika 94W menguat, topan Saudel akan melambat serta berbelok ke arah kutub, sehingga membawa sistem lebih dekat ke Kepulauan Ryukyu bagian utara dan Kyushu.
Sebaliknya, jika 94W melemah, punggungan subtropis akan tetap utuh, menyebabkan Saudel terus bergerak pada lintasan yang lebih mengarah ke barat menuju Kepulauan Ryukyu bagian selatan atau tengah.
Prakiraan JTWC saat ini pada skenario kedua yang menunjukkan lintasan lebih bersifat zonal (bergerak dari barat ke timur atau sebaliknya) pada hari ke-4 dan ke-5.
Intensifikasi cepat (Rapid Intensification atau RI) sistem ini telah dimulai sekitar 24 jam yang lalu dan akan terus berlanjut.
Selama 36 jam ke depan, Saudel akan melintasi wilayah dengan kandungan panas laut yang sangat tinggi dalam lingkungan dengan geseran angin (wind shear) yang rendah. Akibatnya, sistem ini akan terus menguat dengan cepat hingga mencapai intensitas puncak sebesar 230 km per jam (125 knot).
Setelah itu, fase intensifikasi akan berakhir seiring pergerakan sistem menuju wilayah dengan kandungan panas laut yang semakin rendah.
Tren pelemahan yang stabil akan dimulai pada hari ke-4, dipicu oleh suhu permukaan laut yang lebih rendah, naiknya massa air yang lebih dingin (upwelling) akibat melambatnya kecepatan gerak maju sistem, serta meningkatnya geseran angin.
Menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) Saudel telah bergerak ke barat-laut dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot).
Sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 975hPa (hektopaskal), kata JMA.
Saudel mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 30 meter per detik (60 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 45 meter per detik (85 knot).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di selatan 95 km (50 NM) dan utara 55 km (30 NM).
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di selatan 390 km (210 NM) dan utara 280 km (150 NM), kata JMA.
