Setelah itu, menurut JTWC, intensitasnya akan melemah secara bertahap seiring dengan melambatnya kecepatan gerak badai, menurunnya kandungan panas laut, serta naiknya air yang lebih dingin ke permukaan laut (upwelling) akibat sistem badai yang kuat ini.
Menurut Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) Siklon Tropis Champi diperkirakan akan bergerak menuju perairan di sebelah timur Luzon pada awal hingga pertengahan minggu ini.
Namun, terdapat ketidakpastian mengenai pergerakannya setelah itu. Ada kemungkinan sistem ini bergerak menuju pesisir tenggara Tiongkok, atau berbelok ke arah utara menuju wilayah sekitar Kepulauan Ryukyu hingga ke Laut Tiongkok Timur, kata HKO.
Champi –Topan Jepang Nomor 30—telah bergerak ke barat dengan kecepatan 30 km per jam (15 knot). Tekanan udara pusat 950 hPa (hektopasjakl), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
JMA mengatakan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 50 meter per detik (95 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 70 meter per detik (135 knot).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 140 km (75 NM). Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih seluruh area 440 km (240 NM).



