Minggu, Oktober 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

El Niño Mengubah Warna Lautan

redaksi
18 Oktober 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Satelit NASA Mengamati dan Melacak El Niño di Pasifik Khatulistiwa

GAMBAR: Scientific Visualization Studio NASA

Darilaut – Perairan hangat akibat fenomena El Niño mengubah warna samudra. Sebuah satelit NASA (National Aeronautics and Space Administration) tengah melacak perubahan warna yang halus ini. Perairan di wilayah Pasifik khatulistiwa tercatat menjadi lebih biru selama beberapa bulan terakhir.

Matthew Kehrli, ilmuwan peneliti utama tim satelit PACE (Plankton, Aerosol, Cloud, ocean Ecosystem) di Goddard Space Flight Center milik NASA, yang berlokasi di Greenbelt, Maryland, menjelaskan bahwa banyak orang menganggap air laut hanya berwarna biru, padahal samudra sebenarnya memiliki beragam warna yang menakjubkan.

Keragaman warna ini sebagian besar disebabkan oleh organisme mikroskopis yang disebut fitoplankton, yang menjadi dasar dari jaring-jaring makanan laut. Terdapat ribuan spesies fitoplankton dengan berbagai corak warna, seperti biru kehijauan (teal), cokelat, atau hijau. Tahun ini, di wilayah Samudra Pasifik sepanjang khatulistiwa—yang biasanya kaya akan fitoplankton sehingga tampak lebih hijau—warna-warna tersebut justru mulai memudar.

Hal ini merupakan dampak yang memang diperkirakan terjadi akibat El Niño. Fitoplankton tumbuh subur di perairan yang dingin dan kaya nutrisi. Namun, saat terjadi El Niño, melemahnya angin pasat mengurangi proses naiknya air laut dalam yang kaya nutrisi ke permukaan. Akibat terbatasnya pasokan nutrisi, jumlah fitoplankton pun menurun. Penurunan ini dapat memicu dampak berantai di seluruh jaring makanan laut, yang memaksa biota laut lainnya untuk berpindah ke tempat mencari makan yang baru.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: El NiñoEl Niño 2026NASAPasifik Khatulistiwa
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Satelit NASA Mengamati dan Melacak El Niño di Pasifik Khatulistiwa

Next Post

Topan Super Champi di Utara Timur Laut Jayapura

Postingan Terkait

Topan Super Champi di Utara Timur Laut Jayapura

Topan Super Champi di Utara Timur Laut Jayapura

18 Oktober 2026
Satelit NASA Mengamati dan Melacak El Niño di Pasifik Khatulistiwa

Satelit NASA Mengamati dan Melacak El Niño di Pasifik Khatulistiwa

18 Oktober 2026

Profesi Ners UNG Raih Penghargaan Platinum Terbaik Nasional

El Niño Membayangi Musim Dingin di Amerika Serikat

Dampak El Niño Bervariasi di Tiap Wilayah dan Musim

Sebaran Asap Karhutla di Sebagian Wilayah Indonesia, BMKG: Jabodetabek Mulai Menjauh

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

Next Post
Topan Super Champi di Utara Timur Laut Jayapura

Topan Super Champi di Utara Timur Laut Jayapura

TERBARU

Topan Super Champi di Utara Timur Laut Jayapura

El Niño Mengubah Warna Lautan

Satelit NASA Mengamati dan Melacak El Niño di Pasifik Khatulistiwa

Profesi Ners UNG Raih Penghargaan Platinum Terbaik Nasional

El Niño Membayangi Musim Dingin di Amerika Serikat

Dampak El Niño Bervariasi di Tiap Wilayah dan Musim

AmsiNews

REKOMENDASI

Januari – Oktober, 2.401 Peristiwa Bencana Alam di Indonesia

Taiwan dan Cina Bersiap Menghadapi Topan Saola

Laut Banda Memiliki Keragaman Genus Kelomang Tertinggi di Indonesia

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

Banjir Rendam Wilayah Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat

Prakiraan Musim Penghujan BMKG Akan Lebih Akurat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.