Topan Super Dolphin Menuju Kepulauan Okinawa dan Laut Cina Timur

Super Typhoon Dolphin weakened slightly in the North Pacific Ocean, captured via the Himawari weather satellite operated by the Japan Meteorological Agency (JMA) on Monday (8/3) at 4:20 PM. IMAGE: HIMAWARI

Darilaut – Topan super (Super Typhoon) Dolphin terletak di utara Kepulauan Mariana Utara dan Guam, Samudra Pasifik Utara bagian barat, pada Senin (3/8) sore. Dolphin diperkirakan akan bergerak menuju Kepulauan Okinawa, Jepang, dan Laut Cina Timur.

Menurut Observatorium Hong Kong (HKO) Siklon Tropis Dolphin di Pasifik Utara bagian barat akan bergerak melintasi laut selatan Jepang dalam beberapa hari ke depan, dan bergerak secara umum di sekitar Laut Cina Timur pada akhir pekan ini.

Namun, kata HKO, masih ada ketidakpastian dalam pergerakan selanjutnya.

Dolphin dengan kekuatan topan yang sangat kuat (Very Strong Typhoon) secara umum bergerak barat barat-laut dengan kecepatan 25 km per jam (13 knot), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).

Tekanan udara pada pusatnya 945hPa (hektopaskal).

Sementara kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 45 meter per detik (85 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (120 knot).

Menurut JMA area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 185 km (100 NM). Angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 560 km (300 NM).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 13,7 meter (45 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center/JTWC).

JTWC memperkirakan Dolphin akan mempertahankan intensitas yang relatif stabil sepanjang periode perkiraan. Dolphin diperkirakan akan sedikit melemah dalam 24 jam ke depan seiring berlanjutnya siklus penggantian dinding mata badai, kemudian mempertahankan intensitas sekitar 155 km per jam (85 knot) selama 4 hari ke depan dan sedikit melemah setelah itu.

JTWC mengatakan jika Dolphin gagal menyelesaikan siklus penggantian dinding mata badai yang sedang berlangsung, hal itu dapat mempercepat pelemahan dan memperparah efek negatif dari kandungan panas laut yang lebih rendah.

Mata badai dan medan angin akan tetap cukup besar selama 5 hari ke depan, membawa dampak ke seluruh Kepulauan Ryukyu Jepang terlepas dari posisi pusat badai, kata JTWC.

Ketidakpastian mengenai prakiraan intensitas berasal dari siklus penggantian dinding mata badai yang sedang berlangsung dan fluktuasi intensitas yang dihasilkan.

Exit mobile version