Topan Wipha Meninggalkan Jejak Kerusakan Parah di Vietnam

Rumah-rumah yang terendam banjir di Prtovinsi Nghe An, Vietnam. FOTO: VNA/VNS

Darilaut – Topan (typhoon) Wipha telah meninggalkan jejak kerusakan parah di sejumlah wilayah di Vietna tengah dan utara.

Wipha menyebabkan banjir dan tanah longsor, rumah-rumah hancur, desa-desa terputus, dan ribuan orang dievakuasi.

Provinsi Nghe An ribuan orang mengungsi dan rumah-rumah terendam, serta menderita dampak paling dahsyat.

Melansir Vietnamnews.vn, Topan Wipha (disebut Topan No. 3 di Vietnam) telah menyebabkan kerusakan parah dan meluas di wilayah utara dan utara-tengah.

Pada Rabu (23/7) pagi, badai telah melintasi Laos dan menghilang, tetapi jejak destruktifnya masih terlihat jelas di sebagian besar wilayah Vietnam.

Hingga Rabu siang, tercatat satu kematian, satu orang hilang, dan empat luka-luka akibat banjir dan insiden terkait badai.

Orang yang hilang perempuan berusia 70 tahun dari Komune Nam Can yang tersapu oleh arus deras saat kembali ke rumah bersama putrinya. Putrinya selamat, tetapi medan yang sulit, hujan deras, dan arus deras di hulu sungai telah menghambat operasi pencarian.

Laporan awal menunjukkan bahwa setidaknya 161 rumah rusak atau kehilangan atapnya dan lebih dari 3.200 rumah terendam banjir.

Hujan deras juga menyapu sawah, ternak, unggas, dan aset pribadi di berbagai komune (wilayah administrasi terkecil), yang berdampak parah pada mata pencaharian ribuan orang.

Hampir 1.200 rumah tangga di seluruh provinsi dievakuasi atau dipindahkan ke dataran tinggi, dengan 528 keluarga di Komune Murong Xen direlokasi pada Selasa 22 Juli malam.

Jaringan transportasi di Provinsi Nghe An lumpuh. Jalan-jalan utama seperti Jalan Raya Nasional 7A dan Jalan Provinsi 543D terendam banjir parah dan rusak akibat tanah longsor di puluhan titik, memutus akses antara wilayah-wilayah penting dan komune-komune terpencil.

Menurut Dinas Perhubungan provinsi, hingga sore hari tanggal 22 Juli, 29 lokasi di seluruh provinsi mengalami kemacetan lalu lintas total akibat banjir atau longsor.

Tiga jembatan ambruk akibat banjir bandang, termasuk jembatan utama yang melintasi Sungai Nam Mo menuju kuil Vạn Cua Rao, yang hancur pada Selasa malam.

Selain itu, dua jembatan penyeberangan di Komune Nhon Mai dan Murong Quang tersapu banjir, mengisolasi seluruh komunitas dari akses eksternal.

Di Hanoi, sebagian tanggul Sungai Thai Binh jebol akibat tekanan air hujan dan pasang surut.

Laporan Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa di wilayah utara hingga Hanoi, terdapat 4.487 waduk, yang sebagian besar hampir mencapai kapasitasnya. Sembilan puluh satu waduk sedang menjalani perbaikan atau peningkatan pada saat badai terjadi.

Meskipun Nghe An adalah yang paling terdampak, banyak provinsi lain mengalami kerugian yang signifikan. Thanh Hoa melaporkan lebih dari 19.000 hektar sawah terendam banjir, 251 rumah rusak, dan kerusakan jalan yang parah akibat tanah longsor di sepanjang Jalan Raya 15C dan 16, yang mengakibatkan lebih dari 20.000 meter kubik puing terlantar.

Ninh Binh mengalami kerusakan pertanian terparah, dengan 74.017 hektar sawah terendam. Hưng Yen juga mencatat lebih dari 26.000 hektar sawah terendam banjir, dengan ketinggian air sungai melebihi puncak historis.

Di Quang Trị, Phu Thọ, dan Lạng Son melaporkan puluhan rumah rusak dan kerusakan infrastruktur yang tersebar. Di Lam Dong, tornado yang disebabkan badai melukai dua orang, sementara di Dien Bien, banjir bandang menghancurkan jembatan gantung Pa Thơm, melukai tiga orang.

Topan Wipha  terbentuk sebagai badai tropis (tropical storm)  di dekat Filipina, pada Jumat (18/7) pukul pukul 02.00 dini hari.

Sistem ini kemudian melintasi Laut Cina Selatan mendekati Hong Kong dan Makao, pada Sabtu (19/7) malam.

Melansir Xinhua, pada Minggu sekitar pukul 17.50, Wipha pertama kali mendarat di dekat Haiyan, Kota Jiangmen, Guangdong, dengan kecepatan angin maksimum 33 meter per detik di dekat pusatnya.

Topan Wipha mendarat untuk kedua kalinya di dekat Pulau Hailing di Yangjiang, Provinsi Guangdong, Cina Selatan, sekitar pada Minggu (20/7) pukul 20.15 malam, waktu setempat.

Selanjutnya, sistem ini menuju Teluk Tonkin (Beibu Wan). Wipha kemudian mendarat untuk  ketiga kalinya di Vietnam.

Exit mobile version