Topan Wutip Menyebabkan Ribuan Warga Dievakuasi, Kapal Penangkap Ikan Mencari Tempat Berlindung

Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) Wutip. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut –  Ribuan warga dievakuasi, serta kapal penangkap ikan telah kembali ke pelabuhan untuk mencari tempat perlindungan saat topan Wutip mendekat di wilayah selatan Cina. Sejumlah penerbangan dibatalkan dan ribuan warga dievakuasi.

Observatorium Hong Kong (HKO) mengatakan Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) Wutip telah mendarat di pesisir barat Pulau Hainan, selatan Cina, pada Jumat (13/6) tengah malam.

Melansir Melansir Xinhua saat Wutip mendekat, wilayah provinsi Tiongkok selatan telah mengaktifkan tindakan tanggap darurat dengan mengevakuasi warga ke tempat yang aman, membatalkan penerbangan, dan mengorganisasi tim penyelamat.

Provinsi Guangdong menaikkan status tanggap daruratnya ke Level III pada Jumat pagi, dan menyiapkan 10 kapal penyelamat dan lima helikopter dengan 34 kapal tunda untuk siaga 24 jam di perairan utama di seluruh provinsi.

Menurut observatorium meteorologi provinsi Guangdong, di wilayah tersebut akan mengalami hujan deras antara Jumat dan Senin. Observatorium telah memperingatkan risiko tornado di beberapa wilayah Guangdong mulai Jumat hingga Minggu.

Otoritas konservasi air di Guangdong memperkirakan bahwa sungai akan naik 2 hingga 6 meter, dengan beberapa di antaranya melebihi tingkat peringatan. Pemerintah daerah telah mengerahkan 12 tim penyelamat dengan total 324 anggota, serta sumber daya bantuan bencana yang memadai.

Di provinsi pulau Hainan, 26.635 orang telah dievakuasi dari bangunan yang rentan mengalami kerusakan, lokasi konstruksi, daerah dataran rendah yang rentan banjir, dan wilayah yang berisiko banjir bandang hingga siang hari pada hari Jumat.

Menurut markas besar manajemen darurat provinsi pada waktu yang sama pada hari Jumat, provinsi tersebut mempertahankan pengendalian banjir Level-III dan tanggap darurat topan.

Tujuh kota dan kabupaten, termasuk Sanya, Danzhou, Baisha, dan Dongfang, telah meningkatkan pengendalian banjir dan tanggap darurat topan mereka ke Level II.

Sebanyak 30.721 kapal penangkap ikan di provinsi tersebut telah kembali ke pelabuhan atau berlindung di tempat aman, dengan lebih dari 40.000 orang yang bekerja di atas kapal telah dievakuasi ke darat.

Pada Jumat, 12 awak kapal diselamatkan dari sebuah kapal di lepas pantai Hainan.

Semua taman kanak-kanak, sekolah, lokasi konstruksi, dan tempat wisata di Sanya telah ditutup. Kapal dilarang berlayar, dan bandara Sanya telah menangguhkan semua penerbangan sejak pukul 10 malam hari Kamis.

Layanan kereta api berkecepatan tinggi di Hainan telah dihentikan, dengan operasi diperkirakan akan dilanjutkan pada hari Sabtu.

Hingga Jumat siang, 17 kabupaten dan kota di Hainan telah meliburkan sekolah, kantor, kegiatan usaha, menghentikan transportasi, dan menangguhkan penerbangan. Selain itu, telah menutup tempat wisata.

Biro Penyelamatan Nanhai memantau Wutip dengan saksama, dengan tujuh kapal penyelamat dan empat helikopter bersiaga untuk menanggapi keadaan darurat.

Hingga Jumat siang, sebanyak 2.285 orang di anjungan pengeboran di Guangxi telah dievakuasi ke daerah aman, kata pemerintah.

Pemerintah juga telah mengirim tiga tim pengawasan pencegahan topan ke sub-administrasinya di Beihai, Qinzhou, dan Fangchenggang untuk melaksanakan pekerjaan pencegahan topan.

Pada Jumat (13/6) tengah malam, Wutip telah mendarat di pesisir barat Pulau Hainan, kata Observatorium Hong Kong (HKO) dalam buletin informasi yang dikeluarkan pada Jumat pukul 23.45 waktu setempat.

Wutip diperkirakan akan mendarat lagi di dekat Semenanjung Leizhou pada Sabtu (14/6) siang, kemudian bergerak melintasi sekitar batas Guangdong-Guangxi.

Hujan yang menyertai akan memengaruhi pantai Tiongkok selatan hari ini dan besok. Akan ada hujan badai lebat dan badai petir di wilayah tersebut. Begitu pula dengan angin kencang disertai gelombang besar.

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), mengatakan, selama 6 jam terakhir, Wutip terletak 350 km di tenggara Hanoi, Vietnam, dan telah bergerak ke utara dengan kecepatan 2 km per jam (1 knot).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 7,3 meter (24 kaki), kata JTWC.

Exit mobile version