Topan Yagi Menewaskan 12 Orang di Filipina

Hingga Rabu (4/9) korban tewas akibat dampak Badai Tropis Enteng dan monsun barat daya sebanyak 12 orang. FOTO: Philippine Coast Guard Via PNA

Darilaut – Siklon tropis Yagi yang melintasi dan melewati Luzon, pulau utama di Filipina, telah menewaskan sebanyak 12 orang, pada Rabu (4/9).

Yagi dengan nama lokal Filipina ”Enteng” saat mendarat dengan intensitas badai tropis dan kini telah meningkat menjadi topan (typhoon). Sistem bergerak lambat di Laut Cina Selatan atau Laut Filipina Barat.

Kantor berita Filipina, PNA, melaporkan jumlah korban tewas akibat efek gabungan Badai Tropis Enteng dan musim hujan barat daya (habagat) telah meningkat menjadi 12 orang.

Berdasarkan laporan situasi terbaru Dewan Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional (NDRRMC), korban tersebut masing-masing tujuh di Calabarzon, dua di Bicol, dua Visayas Tengah dan satu di Visayas Barat.

Sebelas orang terluka – 10 di Visayas Tengah dan satu di Bicol. Tujuh orang di wilayah Bicol juga dilaporkan hilang. Laporan korban ini masih menjalani validasi.

Sementara itu, NDRRMC mengatakan sekitar 149.661 keluarga atau 547.029 individu sejauh ini telah terkena dampak gangguan cuaca ini di 695 desa di Wilayah Ilocos, Lembah Cagayan, Luzon Tengah, Calabarzon, Bicol, Visayas Barat, Visayas Tengah dan Wilayah Ibu Kota Nasional.

Dari jumlah tersebut, 12.742 keluarga atau 50.076 orang dibantu di 323 pusat pengungsian sementara 4.836 keluarga atau 14.164 orang berada di luar tempat pengungsian.

Sekitar 589 rumah rusak di Luzon Tengah, Bicol, Visayas Barat dan Tengah.

Menurut Badan Meteorologi Jepang topan Yagi bergerak lambat ke barat barat-laut.

Topan Jepang nomor 11 tersebut mengemas tekanan udara pusat 970 hPa (hektopaskal).

Badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 85 km (45 NM) dan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 280 km (150 NM), kata Badan Meteorologi.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), ini adalah sistem yang berbahaya. Risiko yang mungkin terjadi termasuk angin yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, serta laut yang ganas.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 8,2 meter (27 feet), kata JTWC.

Exit mobile version