Topan Yutu di Samudera Pasifik Timur Laut Filipina

BMKG

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya topan (typhoon) Yutu di Samudera Pasifik Timur Laut Filipina 915 hpa dan pola tekanan rendah 1009 hpa didekat Teluk Thailand.

Kondisi ini berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin mencapai 37 km/jam di perairan utara Halmahera, Samudera Pasifik Utara Papua, Perairan Raja Ampat – Sorong.

Menurut BMKG, Peringatan dini gelombang tinggi, berlaku 28 Oktober pukul 07.00 hingga 31 Oktober pukul 07.00 WIB. Tinggi gelombang 2,5 – 4 meter (berbahaya) berpeluang terjadi di Laut Natuna bagian Utara, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga utara Papua Barat, dan laut Cina Selatan.

Angin timuran yang konsisten juga berpeluang terjadi di selatan Indonesia. Hal ini meningkatkan kecepatan angin di daerah perairan barat Sumatera, selatan Jawa hingga Sumbawa, Samudera Hindia Barat Sumatera, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Sumbawa. Kondisi ini dapat mengakibatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut.

Peneliti dari National Taiwan Normal University Prof Tsung Yu Lee mengatakan, persoalan perubahan iklim yang terjadi saat ini menyebabkan jumlah kadar air hujan meningkat. Hal ini, menurut Prof Tsung, telah memicu terjadinya bencana longsor atau angin topan, seperti yang terjadi di Taiwan.

“Dengan curah hujan 600 mm saja bisa longsor apalagi sampai 3.000 mm sering menyebabkan bencana angin Topan,” kata Tsung saat memberikan materi dalam konferensi internasional “Manajemen Sumber Daya Lingkungan di tingkat Global”. Konferensi ini diselenggarakan Fakultas Geografi UGM, yang berlangsung di University Club, 22-23 Oktober.*

Exit mobile version