“UNG kini berada dalam fase percepatan transformasi dan modernisasi kampus. Oleh karena itu, dibutuhkan SDM yang inovatif, adaptif, dan memiliki semangat kolaboratif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dosen-dosen yang baru bergabung diharapkan mampu segera beradaptasi dengan kultur akademik kampus, memahami arah pengembangan institusi, serta aktif mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Eduart.
Rektor juga menyampaikan bahwa UNG sebagai Kampus Kerakyatan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, riset berdaya saing, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan daerah. Para dosen muda diharapkan mengambil peran strategis dalam menciptakan inovasi, mengembangkan penelitian unggulan, serta turut serta dalam program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi identitas UNG.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan fakultas dan universitas turut memberikan arahan serta membuka ruang diskusi mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi para dosen baru. Forum interaktif ini memberikan kesempatan bagi para tenaga pendidik muda untuk menyampaikan pandangan, bertanya mengenai mekanisme akademik, hingga berdiskusi tentang ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.
Pimpinan UNG menegaskan bahwa pertemuan seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi instrumen penting dalam membangun komunikasi dua arah yang sehat, sehingga seluruh civitas akademika dapat menyelaraskan langkah dalam mewujudkan visi institusi. Para dosen muda, dengan semangat dan kemampuan yang dimiliki, diyakini dapat menjadi motor penggerak dalam inovasi pembelajaran dan riset berbasis kebutuhan masyarakat.



