Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

redaksi
2 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

Ilustrasi pesisir dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Riset Dirhamsyah, menyebutkan kontribusi sektor kelautan terhadap produk domestik bruto nasional masih relatif rendah.

”Kondisi ini menunjukkan bahwa tata kelola kelautan Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki,” kata Dirhamsyah, Peneliti lulusan Doctor of Philosophy dari University of Wollongong, Australia itu, saat menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Deregulasi Progresif untuk Rekonstruksi Tata Kelola Kelautan Indonesia”, pada Kamis (30/7).

Dirhamsyah, menawarkan gagasan rekonstruksi tata kelola kelautan melalui pembentukan Undang-Undang Omnibus Law Kelautan, dalam Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor Riset BRIN di auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta.

“Analisis dari model tersebut menyatakan bahwa kerangka hukum yang cocok untuk tata kelola kelautan Indonesia adalah Undang-Undang Omnibus Kelautan. Pembentukan Undang-Undang Omnibus Kelautan akan dapat mewujudkan pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan,” ujar Dirhamsyah seperti dikutip dari Brin.go.id.

Kompleksitas regulasi dinilai menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pengelolaan sumber daya laut Indonesia. Meski memiliki kekayaan hayati laut terbesar di dunia dan wilayah perairan mencapai 6,4 juta kilometer persegi, kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian nasional masih tertinggal dibandingkan negara-negara maritim lain.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BRINOmnibus Law KelautanProf. DirhamsyahSektor Kelautan
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Next Post

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

Postingan Terkait

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

2 November 2026
Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

2 November 2026

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

Next Post
Spanyol dan Prancis Berjuang Melawan Kobaran Api Besar, Kebakaran Hutan Meningkat di Eropa

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

TERBARU

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Pengawasan Pengebom Ikan di Laut Sulawesi Lebih Intensif

Dosen UNG Riset Konservasi Habitat Alami Burung Maleo, Satwa Endemik Sulawesi yang Terancam Populasinya

Sekolah Diliburkan, Ahli Biologi Kelautan Buka Pembelajaran Secara Online

E-Logbook Versi Baru Dilengkapi FishFace, Teknologi yang Mampu Mengenali Spesies Tuna dan Kakap

Pertama di UMRAH, Dr Agung Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Bioremediasi

Apa Itu Plankton?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.