Tak lama, pancing dengan umpan ikan cakalang panjang 25 cm itu dimakan ikan pelagis besar, tuna sirip biru.
Selanjutnya, Kamis 12 Maret sore, salah satu ikan termahal di dunia tersebut, didaratkan di Gorontalo. Pada Kamis malam dibawa ke lapak penjualan ikan Anugerah.
Nasir Yusuf pengelola lapak dan Ismail Daud, mengatakan, ikan ini ”seperti tuna sirip biru” yang diturunkan di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo, pada Minggu 22 Februari 2026. Tuna sirip biru ini memiliki panjang 2,1 meter (210 cm).
Tuna sirip biru yang didaratkan Kamis sore di pantai Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo, hasil tangkapan nelayan bernama Nogon Latief di Laut Maluku.
Erwin Bakari, nelayan yang juga penampung ikan tuna di Desa Bongo, mengatakan, lokasi penangkapan di rakit yang berada di selatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara).
Jarak penangkapan ikan dari pantai Desa Bongo sekira 160 mil.
Hasil tangkapan tuna sirip yang ketiga, didaratkan di Gorontalo Minggu 29 Maret dan dibawa ke lapak Anugerah.
Tuna Sirip Biru termasuk salah satu spesies tuna terbesar di dunia. Ikan ini sangat dicari karena dagingnya yang berlemak dan lezat.
Di Jepang, tuna sirip biru (bluefin tuna) paling baik dikonsumsi mentah sebagai sushi atau sashimi. (VM)




