Darilaut- Nelayan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, kembali mendaratkan tuna sirip biru (bluefin tuna).
Tuna sirip biru ini diturunkan Minggu (29/3) sore dan langsung dibawa ke lapak penjualan ikan Anugerah di jalan Kalimadu, Kota Gorontalo, Minggu malam.
”Baru masuk tadi (Minggu malam), tuna sirip biru,” kata Ismail Daud, pengelola lapak Anugerah, kepada Darilaut.id.
Menurut Ismail, tuna sirip biru ini hasil tangkapan nelayan Paguyaman Pantai. Setelah tertangkap, langsung balik dan didaratkan.
Dalam dua bulan terakhir, Februari dan Maret, tiga ekor tuna sirip biru telah didaratkan di Gorontalo.
Pertama kali tuna sirip biru didaratkan pada Minggu 22 Februari sore.
Proses pemindahan tuna sirip biru dengan berat 230 kg itu dari kapal penangkap ikan ke tempat pendaratan di Pelabuhan Tenda Kota Gorontalo berlangsung ramai dan cukup lama.
Di atas kapal ikan saja terdapat tujuh nelayan yang memindahkan tuna sirip biru dari ruang pendingin atau palka kapal.
Sementara itu, di dermaga puluhan orang termasuk buruh perikanan memindahkan ikan dan menyaksikan proses tersebut.
Tuna sirip biru ini hasil tangkapan di kapal ikan Cahaya Bilqis. Nelayan yang menangkap ikan ini bernama Bintang bersama Arifin sebagai kapten kapal.
Hari itu, Jumat 20 Februari lepas jam 13.00 siang. Cahaya Bilqis memilih lokasi penangkapan di Laut Maluku, Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715.
Tak lama, pancing dengan umpan ikan cakalang panjang 25 cm itu dimakan ikan pelagis besar, tuna sirip biru.
Selanjutnya, Kamis 12 Maret sore, salah satu ikan termahal di dunia tersebut, didaratkan di Gorontalo. Pada Kamis malam dibawa ke lapak penjualan ikan Anugerah.
Nasir Yusuf pengelola lapak dan Ismail Daud, mengatakan, ikan ini ”seperti tuna sirip biru” yang diturunkan di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo, pada Minggu 22 Februari 2026. Tuna sirip biru ini memiliki panjang 2,1 meter (210 cm).
Tuna sirip biru yang didaratkan Kamis sore di pantai Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo, hasil tangkapan nelayan bernama Nogon Latief di Laut Maluku.
Erwin Bakari, nelayan yang juga penampung ikan tuna di Desa Bongo, mengatakan, lokasi penangkapan di rakit yang berada di selatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara).
Jarak penangkapan ikan dari pantai Desa Bongo sekira 160 mil.
Hasil tangkapan tuna sirip yang ketiga, didaratkan di Gorontalo Minggu 29 Maret dan dibawa ke lapak Anugerah.
Tuna Sirip Biru termasuk salah satu spesies tuna terbesar di dunia. Ikan ini sangat dicari karena dagingnya yang berlemak dan lezat.
Di Jepang, tuna sirip biru (bluefin tuna) paling baik dikonsumsi mentah sebagai sushi atau sashimi. (VM)
