Darilaut – Nama kapal ikan itu Cahaya Bilqis. Memiliki panjang 24 meter, namun ramping dengan lebar hanya 2,2 meter.
Belum lama ini nelayan Cahaya Bilqis berhasil menurunkan ikan tuna sirip biru (bluefin tuna) di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo, pada Minggu (22/2) sore.
Tuna sirip biru itu dengan berat total 230 kg. Setelah dilakukan pembersihan isi perut, bagian ekor dan insang beratnya 196 kg.
Tuna sirip biru itu berhasil ditangkap dengan teknik satu-per-satu. Inilah salah satu cara penangkapan nelayan Indonesia yang ramah lingkungan.
Bintang nama nelayan Cahaya Bilqis, melepas senar nilon nomor 120. Persediaan senar nilon ini dengan panjang 1000 meter.
Hari itu, Jumat (20/2) lepas jam 13.00 siang. Cahaya Bilqis memilih lokasi penangkapan di Laut Maluku, Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715.
Tak lama, pancing dengan umpan ikan cakalang panjang 25 cm itu dimakan ikan pelagis besar.

Bintang merasakan ada yang beda dengan hasil tangkapan ikan ini, lebih berat dan sangat gesit.
Arifin (43 tahun) kapten kapal ikan Cahaya Bilqis, membantu menarik dan mempertahankan agar ikan ini tidak lepas.
Cukup lama keduanya menahan, mengulur, dan menarik hingga ikan ini dapat naik ke permukaan.
”Telapak tangan saya sedikit bengkak,” kata Bintang kepada Darilaut.id.




