UNEP Akan Menilai Dampak Lingkungan Konflik di Gaza

Seorang anak berusia 5 tahun bermain di depan rumahnya yang hancur di Kota Sheikh Zayed, di utara Jalur Gaza. FOTO: Omar Al-Qattaa/ UNICEF/PBB

Darilaut – Program Lingkungan PBB (UNEP) akan menilai dampak lingkungan dari konflik di Gaza. Penilaian UNEP tersebut dilakukan setelah menerima permintaan resmi dari Negara Palestina.

Jenis penilaian ini merupakan aspek mapan dalam beberapa kali pekerjaan yang telah dijalankan UNEP.

Seperti Anda ketahui, “UNEP telah menerbitkan penilaian mengenai dampak lingkungan akibat perang di Ukraina pada tahun 2022,” kata  Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen, “dan banyak penilaian serupa pada tahun-tahun sebelumnya.”

Inger menyampaikan hal tersebut saat berpidato dalam “164th meeting of the Committee of Permanent Representatives” di Nairobi, Kenya, pada Kamis (25/1).

Menurut Inger, tujuan penilaian tersebut untuk melacak tingkat kerusakan dan memberikan masukan kepada pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam pemulihan dan rekonstruksi, jika kondisinya memungkinkan.

Inger mengatakan suatu pendekatan yang meminimalkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan memitigasi kerugian yang ditimbulkan semaksimal mungkin.

Namun untuk menilai dan melakukan pemulihan, kata Inger, “konflik harus diakhiri, jadi saya menggemakan seruan Sekretaris Jenderal untuk mengakhiri permusuhan.”

Melansir UN News pejabat tinggi PBB menyerukan diakhirinya serangan terhadap tempat-tempat yang menampung warga sipil.

Serangan terhadap gedung-gedung di Gaza di mana warga sipil yang ketakutan berlindung adalah hal yang “menjijikkan dan harus segera dihentikan,” kata seorang pejabat tinggi kemanusiaan PBB pada hari Kamis (25/1) menyusul serangan langsung terhadap pusat pelatihan PBB.

Wakil Koordinator Kemanusiaan untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Thomas White, mengatakan, jumlah korban tewas akibat pertempuran intensif “di daerah” pusat pelatihan di kota selatan Khan Younis dalam beberapa hari terakhir telah meningkat menjadi 12 korban jiwa yang dikonfirmasi dan 75 orang terluka – 15 kritis.

“Serangan terus-menerus terhadap situs-situs sipil di Khan Younis benar-benar tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan…Kemarin, pusat tersebut terkena dua peluru dan terbakar,” kata White.

Di tengah pertempuran sengit yang melibatkan Pasukan Pertahanan Israel dan kelompok bersenjata Palestina di sekitar rumah sakit dan tempat penampungan di Khan Younis, pejabat PBB memperingatkan bahwa staf, pasien, dan pengungsi “terjebak di dalam dan operasi penyelamatan nyawa terhambat”.

“Sejumlah misi untuk menilai situasi ditolak,” kata White, seraya menambahkan bahwa pada Rabu (24/1) malam, “PBB akhirnya berhasil mencapai daerah yang terkena dampak untuk merawat pasien trauma, membawa pasokan medis dan mengevakuasi pasien yang terluka ke Rafah.”

Namun, pertempuran sengit di dekat beberapa rumah sakit yang sebagian masih berfungsi di kota selatan, termasuk Kompleks Medis Nasser dan Al-Amal, telah membuat rumah sakit tersebut “terkepung secara efektif”, kata Wakil Koordinator Kemanusiaan PBB dari Gaza.

Sejak perang dimulai di Gaza pada 7 Oktober 2023 ketika Israel melancarkan pemboman besar-besaran sebagai tanggapan atas serangan pimpinan Hamas terhadap komunitas Israel yang menyebabkan sekitar 1.200 orang tewas dan lebih dari 250 orang disandera.

Hingga sat ini, otoritas kesehatan Gaza telah melaporkan bahwa setidaknya 25.700 orang telah terbunuh dan lebih dari 250 orang disandera, sekitar 63.740 orang terluka.

Exit mobile version