UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

UNEP. GAMBAR: UNEP

Darilaut – Program Lingkungan PBB (UNEP) mengatakan kekerasan yang meningkat di beberapa bagian Timur Tengah telah menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil, menggusur masyarakat, menghancurkan infrastruktur, serta kerusakan lingkungan yang meluas.

Serangan terhadap fasilitas minyak, termasuk yang terjadi di dekat – dan di dalam – daerah perkotaan seperti Teheran, telah dikonfirmasi melalui metode penginderaan jarak jauh.

Direktur Eksekutif UNEP mengatakan dampak lingkungan dari konflik ini langsung dan parah. Kehancuran depot minyak menyebarkan polusi beracun, sementara itu kelangkaan air di seluruh Iran dan Timur Tengah semakin memburuk.

”Gencatan senjata sangat dibutuhkan untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan,” Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP.

UNEP meyerukan untuk penghentian permusuhan segera. Ini penting untuk mengakhiri kehancuran dan memungkinkan masyarakat – dan lingkungan – di wilayah tersebut untuk memulai proses pemulihan.

Juru bicara UNEP mengatakan asap tebal dari pembakaran minyak, yang mengandung senyawa berbahaya, kini dihirup langsung oleh masyarakat di Iran – termasuk anak-anak kecil – menimbulkan kekhawatiran serius tentang dampak jangka panjang terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Pengalaman dari konflik lain menunjukkan bahwa kebakaran dan tumpahan minyak besar dapat menyebabkan kontaminasi lingkungan yang luas dan menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan akibat paparan asap, partikulat, dan emisi beracun.

Polusi dari kebakaran yang tidak terkendali juga dapat masuk ke tanah dan air, meresap ke dalam air tanah, dan diserap oleh tanaman, sehingga mencemari pasokan makanan.

Tumpahan minyak juga telah dilaporkan di daerah laut, yang semakin berdampak pada kesehatan masyarakat pesisir.

Sebelum konflik ini dimulai, wilayah tersebut sudah menghadapi tekanan lingkungan yang parah, terutama terkait dengan sumber daya air.

Serangan terhadap pabrik desalinasi di beberapa negara berisiko menimbulkan konsekuensi bencana bagi masyarakat yang bergantung pada pabrik tersebut sebagai sumber air utama.

Konflik ini kemungkinan akan menyebabkan tekanan yang lebih besar pada sumber daya alam, merusak ekosistem laut dan darat, menghambat upaya untuk meningkatkan ketahanan air dan iklim, serta berdampak pada rantai makanan dan keamanan pangan.

Penggunaan amunisi secara luas dapat menyebabkan pelepasan logam berat dan bahan kimia beracun ke lingkungan.

Meskipun pengujian belum memungkinkan, amunisi modern umumnya mengandung logam berat dan bahan kimia peledak, yang semuanya beracun bahkan dalam jumlah yang paling sedikit.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk eskalasi militer di Timur Tengah.

“Saya mengutuk eskalasi militer hari ini di Timur Tengah. Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dan pembalasan selanjutnya oleh Iran di seluruh wilayah, merusak perdamaian dan keamanan internasional,” kata Sekjen PBB António Guterres (13/3).

Guterres mengatakan semua Negara Anggota harus menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Piagam tersebut dengan jelas melarang “ancaman penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

”Saya menyerukan penghentian permusuhan dan de-eskalasi segera,” ujar Sekjen PBB.

Kegagalan untuk melakukannya berisiko memicu konflik regional yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas regional. ”Saya sangat mendorong semua pihak untuk segera kembali ke meja perundingan,” kata Guterres.

Exit mobile version