Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan pemerintah Kabupaten Gorontalo berkolaborasi untuk pengembangan tanaman sacha inchi di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo.
Sentra pengembangan tanaman sacha inchi di Desa Tabongo Timur tersebut telah diresmikan pada Kamis (26/9). Tanaman ini menjadi salah satu komoditas unggulan yang potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hadir dalam acara peresmian, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNG Dr. Harto Malik, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gorontalo Dr. Sumanti Maku, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo Dr. Victor Asiku, serta Kepala Desa Tabongo Timur Hariyanto N. Ismail dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Pengembangan tanaman sacha inchi hasil kerja sama antara tim peneliti UNG melalui pendanaan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), dengan skema pemberdayaan berbasis wilayah dalam program desa binaan.
Program pengembangan tanaman Sacha Inchi, dengan ketua dosen Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNG, Dr. Yuszda K. Salimi dan anggota Prof. Ningrayati Amali, Siti Aisa Liputo, dan Umar Sako Baderan.
Kegiatan ini telah dimulai sejak Juni 2024, diawali dengan serangkaian kegiatan sosialisasi, edukasi, pelatihan, serta penerapan teknologi kepada Kelompok Tani Hutakiki Jaya, anggota Bumdes, dan tim penggerak PKK di Desa Tabongo Timur.
Kegiatan pemberdayaan ini tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman sacha inchi, tetapi juga mencakup penanganan pasca panen. Selain itu, tim peneliti juga menyerahkan 1.000 bibit unggul sacha inchi beserta peralatan pertanian untuk mendukung pengolahan tanaman.
Ketua Tim Peneliti, Yuszda, mengatakan, keberadaan sentra industri ini dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi petani dan mitra Bumdes.
“Petani yang menanam sacha inchi dan Bumdes yang membeli hasil panen, mengolah, dan memasarkan produk, dan akan memastikan rantai pasokan berjalan dengan baik dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Tujuan program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tabongo Timur dan menjadikannya desa yang mandiri dalam pangan, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya sentra sacha inchi ini, diharapkan Desa Tabongo Timur akan menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan berbasis wilayah yang mampu mendorong perekonomian desa dan mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbudristek atas dukungan dana hibah terhadap program ini, kata Yuszda.
