Rektor memberikan apresiasi kepada Program Studi Profesi Apoteker UNG yang mengambil inisiatif menjadi bagian dari program nasional PKPA di daerah bencana, khususnya di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
“Sesuai laporan yang masuk ke saya, bahwasanya UNG memilih daerah Tamiang. Ketika UNG mengambil bagian di Tamiang itu saya memberikan apresiasi, dan itu merupakan langkah yang sangat baik. Tidak ada keharusan sebenarnya bagi seluruh mahasiswa karena sifatnya sukarela, dan ternyata ada 12 mahasiswa yang berkenan ikut program PKPA di Tamiang,” kata Rektor.
Rektor berpesan agar mahasiswa yang ditempatkan di Aceh Tamiang mempersiapkan diri dengan baik karena kondisi di lapangan yang masih belum sepenuhnya pulih. Namun demikian, kondisi tempat tinggal masih layak dan menuntut kemampuan adaptasi mahasiswa.
Pihak universitas juga memberikan dukungan, termasuk kemungkinan biaya tempat tinggal, ”karena itu bagian dari kontribusi UNG untuk saudara-saudara kita di sana,” ujar Rektor.
Rektor menekankan pentingnya keberadaan mahasiswa profesi apoteker, mengingat kawasan timur Indonesia masih kekurangan tenaga kesehatan, termasuk apoteker.
“Bersyukurlah anda sekalian memperoleh kesempatan ini” karena pendidikan profesi apoteker tidak mudah dilakukan di luar. Semoga dengan keberadaan pendidikan profesi apoteker ini, ”termasuk keberadaan teman-teman sekalian, dapat mendorong peningkatan indeks layanan kesehatan di Gorontalo dan sekitarnya,” kata Rektor.




