UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

Bendera setengah tiang di depan gedung rektorat Universitas Negeri Gorontalo, pada Kamis (17/4). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sepuluh mahasiswa program studi Teknik Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengalami musibah, pada Selasa 15 April 2025 sekira pukul 16.00 Wita.

Tiga di antara sepuluh mahasiswa ini, Alfateha Ahdania Ahmadi asal Ratatotok, Sulawesi Utara, Sri Maghfira Mamonto asal Inobonto, Sulawesi Utara, dan Regina Malaka asal Buntulia, Pohuwato, meninggal dunia karena terseret air sungai yang meluap dan mengalir deras saat sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi MBKM di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Universitas Negeri Gorontalo mengadakan takziah hari ke-7 atas meninggalnya Alfateha Ahdania Ahmadi, Sri Maghfira Mamonto dan Regina Malaka.

Takziah dengan penceramah Dr. Abd Rahman Bahmid, berlangsung di masjid Sabilurrasyad UNG, Selasa (22/4) sore.

Sebelum takziah hari ke-7, Rektor UNG Eduart Wolok menyampaikan belasungkawa dan membersamai duka keluarga mahasiswa meninggal, dengan mengunjungi keluarga serta berziarah ke makam korban meninggal di Pohuwato Provinsi Gorontalo, serta Bolaang Mongondow dan Minahasa Tenggara Sulawesi Utara.

Rektor dan rombongan melantunkan doa dan zikir untuk almarhumah. Musibah yang dialami mahasiswa menjadi duka yang sangat mendalam bagi civitas academica UNG.

Rektor berharap keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. “Atas nama pribadi dan seluruh civitas academica UNG, saya menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya. Kami turut berduka dan merasa sangat kehilangan,” ujar Rektor.

Menurut Rektor kehadiran UNG bersama keluarga korban bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab institusi, namun juga bagian dari keluarga besar civitas academica yang turut merasakan duka mendalam akan kehilangan mahasiswa terbaiknya.

Rektor mengatakan musibah yang terjadi merupakan peristiwa yang menjadi duka mendalam bagi dirinya serta seluruh warga UNG.

“Kami merasakan duka yang begitu dalam atas musibah ini. Sebagai keluarga besar UNG, kami ingin hadir dan membersamai keluarga dalam masa-masa sulit ini,” kata Rektor.

“Tidak ada yang dapat kami berikan selain harapan dan doa untuk seluruh korban khususnya yang telah meninggal. Semoga dengan doa kita semua mereka yang gugur saat menuntut ilmu ini, insyaallah diberikan husnul khotimah dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.”

Selain mengunjungi keluarga korban meninggal, Rektor UNG dan jajaran pimpinan menemui mahasiswa yang selamat dari musibah.

Rektor UNG juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan dukungan yang diberikan dalam penanganan musibah mahasiswa KKN tersebut.

Bantuan yang diberikan berbagai pihak mulai dari proses evakuasi dan pencarian mahasiswa, layanan medis untuk korban luka dan selamat, hingga proses pemulangan jenazah korban meninggal ke pihak keluarga.

“Upaya yang dilakukan dengan cepat dan sigap sangat membantu dalam menyelamatkan korban dan menangani situasi darurat bencana ini,” ujar Rektor.

Exit mobile version