Universitas Negeri Gorontalo Beradaptasi di Tengah Krisis

Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr Eduart Wolok, menyampaikan Annual Report UNG 2022, Sabtu (31/12). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Selama masa pandemi Covid-19, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus beradaptasi, memberikan respon positif dan berupaya sekuat tenaga melewati proses tersebut.

“Krisis ekonomi sangat berpengaruh, menurunnya pendapatan juga berpengaruh, (UNG) berusaha sekuat tenaga melewati proses 2020 sampai saat ini,” kata Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr Eduart Wolok, dalam konferensi pers tentang Annual Report UNG 2022, Sabtu (31/12).

Menurut Eduart meski di tengah krisis, UNG tetap mengembangkan program studi yang sudah ada dan program studi baru. Saat ini, UNG memiliki 85 program studi di antaranya peningkatan program studi baru.

Perkembangan UNG, kata Eduart, telah mendorong perubahan organisasi secara substansial. Karena dibutuhkan gerakan akselerasi dalam mengembangkan reputasi UNG di tingkat Nasional maupun Internasional melalui peningkatan akreditasi program studi.

Hingga akhir 2022, UNG memiliki 7 program studi unggul, 11 baik sekali dan 4 baik.

Menurut Eduart perubahan regulasi dan perkembangan teknologi informasi yang cepat menuntut adaptasi dan akselerasi kurikulum berbasis Case Method dan Team Based Project. Kemudian, melaksanakan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), pengembangan visi dan keunggulan program studi di UNG.

Dalam perkembangan terakhir, kuota mahasiswa UNG mengalami peningkatan. Terdapat pula peningkatan animo masyarakat untuk studi di UNG.

Rektor UNG mengatakan konsekuensi dari Pandemi Covid-19 melahirkan VUCA yakni volatility (perubahan tidak menentu), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambguitas).

Namun, selain VUCA, lahir pula kondisi yang disebut BANI yaitu brittle (rapuh), anxious (cemas), (non-linier), dan incomprehensible (tidak dapat dipahami).

“Kedua akronim ini, bagi UNG adalah polycrisis (krisis simultan),” kata Rektor UNG.

Annual Report pada penghujung tahun 2022 ini merupakan snapshot dari rangkaian perjalanan UNG selama berada pada situasi polycrisis.

Efeknya, menurut Eduart, krisis keuangan yang berefek pada kondisi ekonomi daerah yang menurun. Turunannya, pendapatan penduduk menurun, ketersediaan anggaran pelayanan publik berkurang hingga perubahan yang revolusioner di berbagai lini kehidupan.

Di tengah polycrisis, kata Eduart, modal sosial yang dimiliki UNG berupa resilent-leadership yang mampu membuat UNG terus bertahan bahkan dalam beberapa hal cukup menggembirakan.

Eduart mengatakan resilience-leadership adalah pola kepemimpinan yang handal menangani kebijakan, sigap dalam mengambil keputusan, judgement yang matang, intelektualitas tinggi, dan akhlak baik. Selain itu, berani mengambil resiko, adaptif, naluri tajam, tangguh mental, inovatif, mau introspeksi dan mampu menentukan prioritas.

Exit mobile version