Darilaut – Upaya pencarian dan pertolongan korban longsor di sejumlah lokasi tambang Suwawa, di Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, terhalang cuaca.
Di lokasi pencarian mendung disertai hujan mengguyur wilayah Suwawa.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, mengatakan, sejak Senin (8/7) pagi hingga malam cuaca hujan, sehingga proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi kejadian masih menghadapi kendala.
Namun demikian tim SAR gabungan telah diturunkan dalam dua gelombang. Tim pertama, Minggu (7/7) siang, tiba di lokasi Senin pagi.
Tim kedua, berangkat ke lokasi Senin pukul 11.00 Wita. Tiba malam hari.
“Yang diturunkan (Senin) pagi 230 personil,” kata Heriyanto.
Personil tersebut ditempatkan di posko induk dan lokasi titik bor 1, 3 sebanyak 83 orang. Kemudian titik bor 18 dan 19 sebanyak 50 personil.
Sisanya, menurut Heriyanto, ditempatkan dari posko 1 sampai 7, sisanya di posko induk.
Untuk pencarian pada Senin malam dihentikan sementara, terutama cuaca yang tidak mendukung.
”Pencarian malam ini dihentikan dan akan dilanjutkan esok hari (Selasa, 9/7),” katanya.
Heriyanto menjelaskan hingga Senin malam tercatat jumlah korban tambang Suwawa sebanyak 105 orang.
”Korban meninggal dunia 11 orang, selamat 44 orang dan dalam proses pencarian 50 orang,” ujar Heriyanto.
Data ini, menurut Heriyanto, berdasarkan informasi masyarakat yang melaporkan kehilangan keluarganya di lokasi tambang rakyat tersebut.
Penyebab longsor ini karena curah hujan lebat di Provinsi Gorontalo dalam beberapa hari ini, kata Heriyanto.
Dalam pencarian, tim SAR gabungan menggunakan peralatan manual di lokasi tersebut sulit untuk diakses alat berat.
Akan tetapi, ”Sudah diupayakan pihak Polda Gorontalo alat berat tersebut,” kata Heriyanto.
Untuk titik lokasi pencarian di titik bor 1 dan 3, yang kedua titik bor 18 dan 19. (VM)
