Peneliti yang mengamati capung menemukan bahwa jumlahnya jauh lebih banyak di lahan organik. Laba-laba dan predator alami lainnya juga lebih melimpah—yang berpotensi membantu pengendalian hama—sementara ikan dan kepiting di sawah menyediakan sumber pangan atau pendapatan tambahan bagi petani.
Ada pula manfaat yang diharapkan namun ternyata sulit dicapai.
Air mengalir bebas melintasi wilayah delta, menghubungkan satu lahan pertanian dengan lahan lainnya. Seorang petani organik mungkin berhenti menggunakan pupuk kimia dan pestisida, namun air yang mengalir masuk ke lahannya bisa jadi telah melewati lahan pertanian konvensional sebelumnya.
“Di laboratorium, hasilnya terlihat sangat bagus,” kata Dr. O’Connor. “Namun di lapangan, ada berbagai tantangan yang dihadapi.”
Aliran Kolektif
Pelajaran yang dapat dipetik, menurutnya, melampaui sekadar pertanian organik: “Semuanya bermula dari individu, namun pada kenyataannya dibutuhkan upaya kolektif dan kerja sama dalam skala yang lebih luas.”
Dilema yang lebih besar adalah bahwa petani memang dapat mengubah kondisi di lahan mereka sendiri, namun banyak faktor yang mengubah lahan tersebut berada di luar kendali mereka: praktik pertanian di lahan tetangga, keputusan pengelolaan air oleh pihak berwenang, keberadaan bendungan yang terletak ratusan mil di hulu sungai, dan pada akhirnya, pemanasan global.



